Antisipasi Perpecahan Jelang Pilkada, Polres Tingkatkan Safari Subuh
Sosial

Antisipasi Perpecahan Jelang Pilkada, Polres Tingkatkan Safari Subuh

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia jajaran Polres Purworejo melaksanakan program polisi safari subuh. Petugas patroli mendatangi mushola-mushola dan masjid-masjid untuk berjamaah sholat subuh bersama masyarakat.

Anggota Polsek Ngombol Bripka Novi DS mengatakan, kegiatan itu juga bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota polri dan mendekatkan diri dengan dengan masyarakat. Dengan membangun kebersamaan dengan warga masyarakat, diharapkan kondisi keamanan dan ketertiban di tengah masyarkaat dapat terjaga.

Terciptanya kebersamaan antara polri dan masyarakat dalam safari ini bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dari tindakan kejahatan dan aksi kriminalitas. Selain itu, kegiatan ini kami yakini juga mampu menangkal gerakan radikalisme,” ujarnya, usai kegiatan Safari Subuh di Masjid Jami Al Fattah di Desa Jombang, Senin (16/04/2018) pagi.

Ia menambahkan, program yang digagas oleh Polres Purworejo merupakan bagian dari upaya memasyarakatkan petugas kepolisian. Setiap anggota kepolisian merupakan aparat pemerintah yang bertugas melayani dan mengayomi dan melindungi masyarakat, sehingga wajib dekat dan bersama dengan masyarakat. 

Ini merupakan intruksi langsung dari Kapolres Purworejo, agar seluruh jajaran Polsek se-Kabupaten Purworejo melakukan safari subuh,” terangnya.

Sementara saat dihubungi sorot.co Kapolres Purworejo Akbp Teguh Tri Prasetyo mengatakan, sudah sejak beberapa bulan terakhir pihaknya secara serentak melakukan kegiatan tersebut. Dengan harapan akan menciptakan Purworejo tetap aman dan kondusif. Terlebih, saat ini masyarakat Purworejo yang merupakan bagian dari Jawa Tengah tengah menyongsong Pilkada yang rawan terhadap kemungkinan aksi kriminalitas.

Usai Salat Subuh berjamaah, petugas bisa menyapa warga melalui tausiah tentang kamtibmas dan yang lainya,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau agar wargamasyarakat untuk tidak terpancing dengan adanya berita hoax di media sosial. Misalnya, berita yang menyudutkan seseorang atau kelompok tertentu, sehingga dapat menimbulkan perpecahan di antara sesame warga.

Jangan sampai tempat ibadah digunakan sebagai tempat berkampanye, ataupun sejenisnya, selain itu kami berkomitmen bersama masyarakat tetap berupaya untuk memberikan jaminan keamanan kepada para tokoh agama,” pungkasnya.