Hadiri Konsultasi Publik, Warga Wadas Tetap Tolak Pengambilan Tanah untuk Pembangunan Bendungan Bener
Peristiwa

Hadiri Konsultasi Publik, Warga Wadas Tetap Tolak Pengambilan Tanah untuk Pembangunan Bendungan Bener

Bener,(purworejo.sorot.co)--Untuk memuluskan proyek pembangunan Bendungan Bener senilai Rp 3 milar, pemerintah kembali melakukan upaya pendekatan kepada warga Wadas, Kecamatan Bener dengan menggelar Konsultasi Publik Pengadaan Tanah Pembangunan Bendungan Bener. Kegiatan dilaksanakan di balai desa setempat pada Kamis (26/4) kemarin. Namun lagi-lagi upaya tersebut kembali mendapat penolakan tegas dari warga.

Setelah pada sosialisasi sebelumnya berakhir dengan aksi walkout (WO), kali ini warga berkenan hadir di acara tersebut diiringi ratusan massa unjuk rasa yang dikawal puluhan aparat gabungan dari TNI-POLRI serta Satpol PP. Sehingga acara pun dapat dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan diawali pencocokan (verifikasi) nama pemilik tanah yang sudah didaftar oleh tim BBWSSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak).

Meskipun di luar balai desa massa aksi terus membentang-bentangkan poster sembari meneriakkan yel-yel penolakan, namun sesi pencocokan nama dapat berjalan lancar. Di mana nama warga yang sudah didaftar dipanggil satu per satu oleh Tim Pengadaan Tanah dan dicocokkan namanya. Namun demikian, saat memasuki sesi dialog susana mulai memanas karena warga secara bergantian melontarkan sejumlah pertanyaan kepada tim dan diikuti berbagai pernyataan penolakan.

Yang dimaksudkan masyarakat itu adalah siapa yang mengijini (mengambil tanah) di Desa Wadas? Itulah yang saya dan masyarakat ingin tahu, coba dijawab dengan jelas,” ungkap salah satu warga Sardi diikuti teriakan seisi ruangan, Kamis sore.

Forum di dalam balai desa semakin bergemuruh saat salah satu warga lainnya, Siswanto dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana pengambilan tanah di desa setempat. Dia menginginkan supaya pemerintah menanggapi keputusan warga dan mencari solusi lain agar mengambil tanah selain di Desa Wadas. 

Pernyataan tersebut juga ditegaskan kembali oleh salah satu warga lainnya Solikhun Khasani. Dia menyatakan bahwa tanah di Desa Wadas yang rencananya akan digali itu merupakan lahan pertanian tinggalan nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu bukit di Desa Wadas juga menjadi sumber mata air dan menjadi salahsatu penyumbang durian, buah yang menjadi ikon Kabupaten Purworejo.

Penolakan kami didasarkan pada tradisi (sejarah) bahwa dulu wadas juga tidak didapatkan secara cuma-cuma. Wadas pernah dijajah Belanda dan mereka juga ingin menambang juga, tapi warga desa Wadas menolak. Oleh sebab itu, selayaknya dan sewajibnya kami harus menolak,” tegas Solikhun.

Menanggapi hal itu, Kabid Pelaksanaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Modista Tandi Aya mengatakan, bahwa selama ini dia hanya menjalankan tugas dari pemerintah. Menurutnya seluruh proses perizinan pembangunan Bendungan Bener telah dikantongi, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang telah keluar pada 2 Maret 2018 kemarin. Namun demikian pihaknya tetap akan mencatat dan menyampaikan apa yang telah menjadi masukan warga.

Kami ada disini hanya menjalankan tugas sesuai dengan perintah pimpinan. Jadi jika memang itu yang menjadi masukan warga kepada kami, kami juga akan menyampaikan. Namun apa yang menjadi program pemerintah sebaiknya warga juga dapat menerimanya dengan baik,” ujarnya.

Dikatakan Modista bahwa dalam konsultasi publik yang diselenggarakan itu, pihaknya memang memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan pendapat. Namun demikian, saat diwawancarai terkait langkah lebih lanjut rencana ekspolrasi tanah di Desa Wadas, dia menyebut akan tetap berupaya melaksanakan sesuai tugas pemerintah.

Ya, Jadi istilahnya cat and fill, jadi kita hanya mengambil dan membawa ke bendungan, tidak untuk di eksplorasi. Secara legalnya bahwa ini adalah proyek strategis nasional yang ditetapkan oleh pemerintah, jadi kita akan melaksanakan tugasnya,” tutupnya.