Antisipasi Pergerakan Teroris, Aparat Keamanan Gelar Patroli Gabungan
Hukum & Kriminal

Antisipasi Pergerakan Teroris, Aparat Keamanan Gelar Patroli Gabungan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pasca peristiwa serangan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo yang dilakukan kelompok teroris, jajaran petugas melaksanakan patroli gabungan. Aparat keamanan terdiri dari anggota TNI, POLRI dan Satpol PP, menyisir sejumlah tempat-tempat ibadah di wilayah Purworejo, Senin (14/5) siang.

Patroli yang digelar sejak pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB itu melibatkan 55 personil. Dengan rincian 17 orang personil dari Kodim 0708, 14 personil Polres Purworejo, 10 personil Yonif 412 dan 14 orang personil dari Satpol PP Purworejo.

Dengan mengerahkan 7 kendaraan milik TNI, Polri dan Satpol PP, petugas patroli gabungan bergerak dari Makodim 0708 Purworejo menuju Gereja Santo Yohanes Rasul Kutoarjo dan dilanjutkan ke Gereja Santa Perawan Maria Purworejo. Patroli dipimpin angsung oleh Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim.

Kegiatan ini kita gelar berkaitan dengan kejadian di Surabaya kemarin dan tadi pagi, kita melaksanakan patroli ke beberapa tempat ibadah,” terang Letkol Inf Muchlis Gasim.

Dalam patroli tersebut petugas melakukan pengecekan secera internal di masing-masing gereja dengan meminta keterangan pengurus gereja. Dari dua gereja yang dituju, petugas tidak menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan. 

Aman. Tadi kita bersihkan, kita laksanakan patroli internal karena kebetulan untuk kegiatan di dalam gereja sudah selesai dan ditutup. Tidak kita temukan hal-hal yang mencurigakan,” terang Dandim.

Kendati hasil patroli aman, pihaknya tetap meminta kepada masyarakat khususnya pengurus gereja untuk meningkatkan keamanan internal dan selalu melakukan komunikasi aktif dengan unsur-unsur terkait baik TNI, Polri maupun Pemda.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya melalui Kanit Patroli Iptu Mustofa, menyampaikan, agar CCTV di gereja difungsikan secara meyeluruh. Hal itu untuk memantau adanya kegiatan yang mencurigakan. Selain itu ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan percaya dengan isu yang mengaitkan agama atas perihal peristiwa di daerah lain.

Kami menghimbau kapada masyarakat Purworejo untuk tidak menyebar seluruh foto yang berkaitan dengan aksi pengeboman di Surabaya, baik melalui medsos ataupun lain,” tuturnya.