Tangkal Hoax dan Penyalahgunaan Media Sosial, Masyarakat Diajak Ngaos Medsos
Sosial

Tangkal Hoax dan Penyalahgunaan Media Sosial, Masyarakat Diajak Ngaos Medsos

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Maraknya hoax dan penyalahgunaan media sosial yang menjangkit di masyarakat, membuat beberapa Gus atau Putra Kyai yang tergabung dalam Bareng Lelampahan Generasi Penerus BALLGIEZ, menggelar acara Ngaos Medsos, Selasa, (15/05) malam.

Agenda yang dilaksanakan di MTs Al Iman tepatnya di kompleks Ponpes Al Iman Bulus, Kecamatan Gebang ini dihadiri oleh 200 peserta dari beberapa kalangan baik santri maupun admin media sosial. Ngaos Medsos mengambil tema ‘Bangga menjadi Santri Milenial’ Ballgiez menghadirkan Gus Abdul Hamid, tim mesia RMI PBNU sekaligus founder Dunia Santri community. Selain itu hadir pula Kapolres Purworejo serta Dandim 0708 / Purworejo, KNPI, Banser, Ansor dan Mafindo.

Dalam kegiatan ini kita sekaligus melakukan Deklarasi Admin Santri Purworejo anti Hoax dan anti Radikalisme,” ujar Panitia Ngaos Medsos, Wan Faqih.

Lebih jauh Wan Faqih mengatakan, sebagai santri sudah seharusnya menjadi benteng terakhir sekaligus garda terdepan dalam upaya menjaga kedamaian negara. Negara yang aman menjamin warganya untuk beribadah dengan tenang dan saling memberi manfaat satu sama lain. Sehingga santri harus berani berperan dalam segala kehidupan, baik dalam menggunakan media sosial secara sehat. 

Dalam sambutannya Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, mengatakan, perkembangan situasi Kamtibmas terkait kejadian bom di Mako Brimob dan Surabaya sebaiknya tidak dikaitkan dengan salah satu agama. TNI dan Polri tetap sinergi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Masyarakat juga diajak untuk bijak dalam menggunakan medos dalam menyikapi berbagai perkembangan dan aksi teroris yang terjadi di beberapa daerah.

Kita harus bijak dalam menggunakan tekhnologi dengan tidak mudah mengunggah dan terpengaruh oleh berita yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kami berharap para Santri dapat mengambil peran saat ini yaitu dengan belajar secara baik dan benar,” katanya.

Sementara itu Gus Abdul Hamid selaku pemateri memaparkan, seorang santri harus memiliki intelektual, sehingga membuat santri harus mampu menjadi garda terdepan dalam menghalau adanya kelompok yang berupaya merongrong bangsa.

Saya mengutip dari ulama NU KH Sahal Mahfudz Jadilah Santri yang intelektual, dengan menunjukan peran yang nyata di hadapan masyarakat,” tandasnya.