Dinilai Langgar Tatib Pengisian Perangkat, Seleksi Sekdes Desa Karangwuluh Menuai Polemik
Pemerintahan

Dinilai Langgar Tatib Pengisian Perangkat, Seleksi Sekdes Desa Karangwuluh Menuai Polemik

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pelaksanaan pengisian perangkat desa kembali menuai polemik. Setelah beberapa desa panen polemik disetiap penyelenggaranya, kini pelaksanaan seleksi sekretaris desa (Sekdes) di Desa Karangwuluh, Kecamatan Kutoarjo mendapat sorotan dari masyarakat setempat.

Beberapa temuan menunjukan ketidakseriusan panitia dalam proses penyelenggaran seleksi Sekdes. Selain itu, terdapat pelanggaran yang diduga dilakukan oleh panitia dengan tidak mematuhi tata tertib (Tatib) pengisian perangkat desa yang telah ditetapkan.

Tejo, salah satu warga setempat menilai, proses seleksi Sekdes di desanya sarat akan kekeliruan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara. Salah satu yang menjadi sorotan adalah berjibun berkas administrasi hanya mengcopy data dari desa lain.

Salah satunya surat undangan, yang justru tertulis seleksi Sekdes Desa Purwosari, Kutoarjo, ini kan keliatan bahwa administrasinya hanya copy paste. Misalnya lagi tentang jadwal pelaksanaan, itu juga saya kira hanya copy paste dari desa tetangga. Ada tulisan nama desa lain,” ujarnya saat dikonfirmasi sorot.co, kemarin.

Selain itu, hal yang lebih mengheran, kata Tejo, adalah pelanggaran Tatib pengisian perangkat desa pasal 9 tentang seleksi kemampuan mengoperasikan komputer. Hal itu jelas, bahwa salah satu syarat tidak diikutsertakan dalam tes komputer. 

Dari tiga materi ujian seleksi kemampuan menguasi komputer, satu di antaranya ditekel oleh panitia. Yakni praktik cetak hasil ujian mengoperasikan program microsoft word dan excel. Padahal peserta diharuskan mencetak hasil praktik ujian secara mandiri.

Ini kan aneh, harusnya dicetak langsung sendiri, tetapi ini malah yang mencetak panitia. Selain tidak bisa menilai kemampuan cetak hasil, disinyalir hasil kerjaan peserta dapat dirubah oleh panita. Apalagi bukti soft file hasil pengerjaan, kata panitia sudah tidak ada,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Ahmad Arif Yulianto, salah satu peserta seleksi membenarkan terdapat beberapa kekeliruan yang dilakukan oleh panita. Atas dasar itu, ia beserta Ahmad Ngaziz salah satu peserta lain mengadukan permasalahan tersebut kepada pihak Kecamatan dan DPRD Kabupaten Purworejo.

Kami sudah mengadu secara tertulis, kita juga sudah dua kali audiensi dengan panitia dan pihak kecamatan, tapi belum ada titik temu. Kita juga akan mengadukan kepada Bupati,” ujarnya.

Sementara Ahmad Ngaziz menandaskan, jika penyelenggaraan seleksi Sekdes dilakukan sesuai prosedur, pihaknya tentu tidak akan mempermasalahkan. Namun lantaran seleksi tidak dilakukan sesuai dengan aturan dan Tatib yang berlaku, maka pihaknya mencari keadilan atas hal itu. Dengan harapan agar kejadian serupa tidak terjadi di desa lain.

Soal nilai bukan masalah bagi kami, itu kewenangan panitia, tapi jika tidak sesuai aturan, itu harus diluruskan. Kami meminta agar penetapan saudara terpilih untuk ditinjau ulang dengan melaksanakan tes sesuai dengan tata tertib yang berlaku,” tandasnya.

Diketahui, penyelenggaran seleksi Sekdes Desa Karangwuluh diikuti oleh lima peserta dan telah dilaksanakan pada 14-15 Mei lalu. Hasil seleksi tersebut menempatkan saudara Agus Prasetyo dengan nilai tertinggi mengungguli Ahmad Arif Yulianto di posisi kedua.