Pulang Kampung, Belasan Ribu Mahasiswa Perantau Diajak Nyoblos Gubernur
Politik

Pulang Kampung, Belasan Ribu Mahasiswa Perantau Diajak Nyoblos Gubernur

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Momentum Lebaran merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh warga di perantauan. Tak terkecuali mahasiswa yang belajar di luar kota memanfaatkan momen ini untuk merefresh kesuntukan yang dialami dalam setahun terakhir dengan pulang ke kampung halaman.

Pulang kampung atau yang sering disebut mudik bukanlah hal baru bagi masyarakat. Kendati demikian, tahun ini terdapat keistimewaan tersendiri, khususnya warga Jawa Tengah karena dibarengi dengan adanya pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Kalau biasanya, pesta di hari raya diperuntukkan untuk mensyukuri kebahagiaan atas bertemunya keluarga atau teman lama, tahun ini dibarengi dengan penyelenggaraan pesta demokrasi,” ujar Ketua Keluarga Mahasiswa Jawa Tengah (KMJT), Andi K. Respata, Minggu (10/06) malam.

Andi menambahkan, kedua momen ini saling memberi timbal balik. Dengan adanya Lebaran, Pilkada akan menjadi lebih berkualitas dan Lebaran juga lebih meriah dengan karena dibarengi momen Pilkada. Pada pilkada-pilkada sebelumnya biasanya aspirasi masyarakat tidak dapat terserap maksimal karena sedang merantau. Namun pilkada kali ini warga perantau berbondong bondong balik kampung, sehingga berkesempatan menggunakan hak pilih dalam Pilkada. 

Terutama mahasiswa yang biasanya enggan pulang, namun untuk kali ini banyak yang pulang ke rumah masing-masing,” imbuhnya.

Sementara Dewan Pembina KMJT Syaifudin Anwar mengungkapkan, kesempatan yang baik ini tidak menjadi kenyataan apabila tidak dibarengi oleh kesadaran. Ia menilai, golongan yang mampu menyadarkan adalah golongan yang memiliki pengetahuan yang cukup. Dan ini merupakan tanggung jawab insan akademis untuk berkontribusi terhadap masyarakatnya.

Menurut saya mahasisiwa memiliki tanggung jawab besar, terutama dalam momen Pilkada,” jelasnya.

Dengan tanggung jawab dan solidaritas sebagai mahasiswa, pihaknya berharap kepada mahasiswa Jawa Tengah, terutama Purworejo, yang sedang study di seluruh Indonesia, untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah. Ia mengajak para mahasiswa menggunakan hak suaranya untuk menentukan pemimpin yang layak untuk Jawa Tengah.

Adapun jumlah mahasiswa di Jawa Tengah yang melaksanakan study di kota-kota besar cukup banyak. Di antaranya, di Yogyakarta ada sekitar 3.500 orang, di Jakarta 3000 orang, Bandung 2000 orang, Surabaya 3000 orang, Malang 1500 orang dan ditambah pehasiswa di kota-kota lain.

Kalau dijumlah yang berada di kota-kota besar ada 13 ribu mahasiswa. Mari kita tunjukkan, bahwa golput bukan solusi,” tandasnya.