Kelangkaan Gas Melon Jelang Lebaran, Dewan Desak Pemerintah Segera Turun Tangan
Ekonomi

Kelangkaan Gas Melon Jelang Lebaran, Dewan Desak Pemerintah Segera Turun Tangan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Menjelang perayaaan Idul Fitri 1439 Hijriah, keberadaan gas elpiji 3 kilogram mulai langka dan harganya kian meroket. Salah satu warga Kelurahan Seren, Kecamatan Gebang, Slamet Narto (47) mengaku kesulitanb mendapatkan gas melon. Dirinya mengaku sudah tiga hari gas tiga kilo di beberapa pangkalan sudah habis.

Bukan hanya sulit didapat, bahkan harga yang diberikan juga di atas harga eceran tertingi. Memang kadang-kadang masih ada di pengecer tapi dengan harga Rp 25 ribu bahkan ada yang Rp 30 ribu,” ujarnya dihubungi Selasa (12/6/2018).

Hal senada juga dikatakan oleh Eki Purwantoro warga Kelurahan Kutoarjo, yang mengaku sangat sulit mendapatkan tabung gas. Ia terpaksa membeli gastiga kilo ke pedagang pengecer karena stok di pangkalan sudah habis. Dengan demikian, gas bersubsidi harus ia tebus dengan harga yang lebih mahal dari harga seharusnya. 

Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan di Desa Loano, Kecamatan Loani Wangsit (39) mengatakan, kekosongan stok elpiji tigakilo disebabkan pihak agen mengurangi pasokan ke pangkalan. Setiap ada pasokan, barnag langsung habis karena sebagian besar pelanggan sudah menitipkan tabung-tabung kosong mereka.

Langsung habis dan kirimannya juga sekarang dikurangi kurangi dari agen, saat saya minta tambah tidak di berikan,” katanya.

Wangsit mengaku, dirinya mematok harga sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah. Sehingga kebanyakan banyak warga yang berbondong-bondong ke tempatnya.

Terpisah, Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi menilai kelangkaan dan kenaikan harga gas melon tersebut sangat memberatkan masyarakat. Ia pun menerima beberapa masukan tingginya harga elpiji tiga kilo di beberapa wilayah yang mencapai Rp 25-30 ribu per tabung. Ia mendesak pemerintah daerah segera terjun untuk memastikan ketersediaan pasokan gas untuk rakyat miskin tersebut. Selain itu, ia meminta agar pihak pangkalan menjual sesuai dengan HET yang telah ditetapkan yakni Rp 16.500 per tabung.

Turun ke lapangan dan bisa mencari titik terhambatnya dan segera ambil solusi, kalau ini permainan pedagang dan agen, harap segera bisa diselesaikan bersama sama dengan aparat penegak hukum. Segera untuk DINKUKMP bisa menindak agen agen gas yang menjual gas tiga kilo di atas harga HET yang sudah ditetapkan penerintah,” tandasnya

Menurutnya, jika ditemukan pihak agen yang melakukan pelanggaran atau sengaja melakukan monopoli gas elpiji dapat dijerat pasal 62 ayat (1)jo Pasal 8 ayat (1)huruf a dan atau pasal 10 huruf a UU RI No 8/1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.