Diduga Gantung Diri, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah
Peristiwa

Diduga Gantung Diri, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah

Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Warga Desa Kalimati, Kecamatan Pituruh digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah rumah warga, Rabu (13/6/2018) pagi. Korban diketahui bernama Paino (58), warga asal RT 01/RW 01 desa setempat. Sehari-harinya korban diketahui berprofesi sebagai buruh bangunan yang merantau di Jakarta.

Hingga ini belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya korban, namun dari sejumlah bukti yang ditemukan, diduga korban meninggal akibat gantung diri.

Kapolsek Pituruh, AKP Junaini Jumantoro saat dikonfirmasi mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi, Agil Prasetya (17), warga asal RT 02/RW 03 Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan. Saksi yang merupakan anak kandung dari korban, datang ke rumah ayahnya bermaksud hendak membersihkan rumah orang tuanya.

Sekitar pukul 09.30 WIB saksi akan membersihkan rumah orang tuanya, di ruang tamu rumah korban di temukan seorang laki-laki tergeletak di lantai dalam posisi tengkurap sudah dalam keadaan meninggal dunia dan berbau busuk,” ungkapnya, Rabu malam.

Dijelaskan, saat ditemukan kondisi rumah dalam keadaan tertutup. Kemudian pada saat dilakukan pemeriksaan di sekitar korban ditemukan tali plastik yang sudah terputus dan masih menggantung di pilar rumah. Selain itu juga ditemukan meja dan kursi di dekat tubuh korban. 

Setelah di lakukan pemeriksaan oleh dokter, diduga korban meninggal sekitar 2 minggu yang lalu dengan kondisi tubuh sudah mengering dan membusuk. Kepala belakang dan dileher korban ditemukan putusan tali simpul masih menempel di leher.

Saat ditemukan korban memakai celana pendek warna putih dan kaos warna putih. Riwayat korban punya sakit pilek menahun dan darah tinggi. Korban di rumah tinggal sendiri sebatang kara (duda),” jelas dia.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban telah ikhlas menerima dan tidak menghendaki untuk di lakukan otopsi. Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.