Bermasalah di Negara Malaysia, PT Dian Yogya Nekat Berangkatkan TKW
Peristiwa

Bermasalah di Negara Malaysia, PT Dian Yogya Nekat Berangkatkan TKW

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--PT. Dian Yogya Perdana Cabang Purworejo memberangkatkan sebanyak 13 Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Negara Malaysia, Selasa, (03/07/2018) siang. Tiga belas wanita berasal dari beberapa kecamatan di Purworejo ini akan ditempatkan di Perusahaan Shin-Etsu Selangor, Malaysia Selatan.

Kepala Cabang PT. Dian Yogya Perdana Cabang Purworejo Tri Marzuningsih, mengakui beberapa bulan lalu pihaknya mengalami kendala dengan adanya penahanan TKW di Malaysia. Namun, masih ada warga yang mendaftarkan diri ke PT ini untuk berangkat bekerja ke Malaysia.

Memang awalnya cukup kesulitan, namun dari bulan Mei kemarin kami membuka pendaftaran. Tetap respon masyarakat cukup baik,” ujarnya.

Tri mengaku tidak kesulitan selama menjaring calon TKW karena kemudahan proses dan Perusahaan Shin-Etsu sudah menjadi primadona bagi calon TKW. Selain itu, gaji yang diberikan juga cukup tinggi yakni 1000 ringgit ditambah asrama dan fasilitas pekerja. 

Selain data lengkap kependudukan, bagi para calon pekerja juga harus menyiapkan surat izin dari orang tua. Surat izin dari orang tua menjadi syarat utama agar orang tua dapat memantau perkembangan anaknya. Pihaknya juga siap bertanggungjawab jika ada permasalahan yang terjadi kepada para TKW.

Untuk berangkat bekerja di Malaysia, setiap calon TKW wajib memenuhi sejumlah persyaratan termasuk biaya pemberangkatan. Setiap TKW harus membayar Rp 750 ribu untuk biaya pemeriksaan medical, Rp 500 ribu untuk biaya paspor dan asuransi serta biaya lainnya dengan total Rp 9,5 juta.

Selain untuk biaya medical dan paspor, calon TKW bisa meminjam ke Bank dengan program KUR TKI,” jelasnya.

Salah satu calon TKW asal Desa Logo Kotes, Kecamatan Bagelen, Rita Dwi Anggrayani (18), mengaku berangkat ke Malaysia bermodal kepercaya diri. Selain menambah pengalaman, ia juga berniat untuk membantu ekonomi keluarga.

Semoga dengan saya ke Malaysia dapat membatu orang tua dirumah,” ujar anak kedua dari pasangan Sutris (50) dan Legiyah (48).

Sementara calon TKW yang lain Dayu Anti Kanigsih (18) warga Dusun Gubyakan, Desa Tegalsari mengaku, tidak merasa kesulitan untuk bisa berangkat bekerja. Dirinya hanya mempersiapkan beberapa dokumen dan melakukan proses wawancara.

Mudah dan cepat, makanya saya tidak ragu untuk berangkat ke sana,” katanya.