Ribuan Warga Belum Rekam KTP Elektronik, Paling Banyak TKI
Pemerintahan

Ribuan Warga Belum Rekam KTP Elektronik, Paling Banyak TKI

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sebanyak 2.258 orang hingga kini belum belum melakukan rekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El). Jumlah tersebut kian surut usai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengoptimalkan pelayanan sejak beberapa bulan terakhir.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto mengungkapkan, ada ribuan warga yang belum melakukan rekam KTP-EL. Sebagian besar merupakan warga yang berada di luar daerah dalam waktu yang cukup lama. Terlebih banyak yang diketahui menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

"Banyak memang dari kantong TKI asal Purworejo belum melakukan perekaman KTP-El," terangnya. Dihubungi Senin (9/7/2018).

Dari 16 kecamatan di Purworejo, terbanyak di Kemiri yang mencapai 262 orang. Disusul kemudian Kecamatan Bener 242 orang, Purworejo 202 orang, Bruno 168 orang, serta Pituruh dan Kecamatan Kutoarjo masing-masing 164 orang. Kecamatan Bagelen 159 orang, Kaligesing 147 orang, Ngombol 131 orang, Butuh 127 orang, Loano 110 orang, Bayan 105 orang. 

Kecamatan Gebang 91 orang, Grabag 88 orang, Banyuurip 59 orang, dan Purwodadi 39 orang. Hingga kemarin, jumlah warga yang belum rekam KTP-El itu tidak kunjung berkurang.

Guna meminimalisir jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-El berbagai pelayanan telah, bahkan saat menjelang pelaksanaan Pilgub dan selama Lebaran, Disdukcapil Purworejo tidak pernah libur. Selain itu juga melakukan sosialisasi secara gencar di desa-desa dan melakukan jemput bola hingga pelosok-pelosok.

Dijelaskan Sukmo, dibandingkan sebelumnya yang masih terdapat 2.721 orang belum rekam KTP-El, maka sisa yang kini tinggal 2.258 orang sudah mengalami pengurangan cukup signifikan.

"Dan kinerja kami telah melebihi target, di mana yang sudah melakukan perekaman mencapai 99,6 persen," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya agar target 100 persen dapat tercapai. Peran keluarga yang anggotanya bekerja di luar daerah atau menjadi TKI di luar negeri sangat diperlukan, agar seluruhnya terekam. Dalam berbagai event pun dimanfaatkan Disdukcapil untuk memberikan pelayanan perekaman. Pihaknya juga melayani warga yang baru akan membuat KTP-El. Terutama untuk menghadapi Pemilu 2019 mendatang.

"Hasil pencetakannya juga bisa kita kirim ke alamat via pos. Kita kerjasama dengan kantor pos," kata Sukmo.

Tidak hanya KTP-El saja yang dikirim sesuai alamat, pihaknya juga bisa mengirim dokumen kependudukan lainnya seperti akte kelahiran dan kematian menggunakan jasa pos tersebut.