Butuh Bantuan, Bocah 10 Tahun di Purworejo Mengidap Kanker Otot
Sosial

Butuh Bantuan, Bocah 10 Tahun di Purworejo Mengidap Kanker Otot

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Nasib kurang beruntung dialami oleh Fatkhur Kurniawan, bocah 10 tahun asal Desa Dungus RT 02/01, Kecamatan Grabag. Di usianya yang masih belia, Fatkhur, akrab ia disapa harus rela mengidap penyakit kanker otot yang menyerang bagian punggung sebelah kiri.

Di saat anak seumurannya tengah asyik menikmati masa pertumbuhan dengan segudang keceriaan, Fatkhur hanya mampu terbaring lemas di atas ranjang mengingat penyakit yang ia derita sangat parah. Bahkan, akibat penyakitnya itu, Fatkhur terpaksa hanya mengenyam bangku sekolah dasar hingga kelas 4.

Buah hati pertama dari pasangan Slamet Widodo (39) dan Sumarni (37) itu diketahui mengidap penyakit berbahaya sudah setahun lamanya. Akibat penyakitnya, kondisi Fatkhur saat ini kian memprihatinkan. Benjolan sebesar bola di bahunya membuat ia hanya bisa meringis menahan sakit yang ia rasakan, di setiap waktu.

Slamet Widodo menuturkan, kanker otot yang diderita Fatkhur bermula ketika ia jatuh di saat asyik bermain pada Maret 2017 silam. Saat itu bahunya mengalami benturan keras, akibat insiden itu mucul benjolan kecil pada bahu sebelah kirinya.

Tak disangka, setelah diperiksa benjolan dibahu Fatkhur divonis dokter RS dr Tjitro Wardojo sebagai penyakit tumor. Mengetahui hal itu Fatkhur terpaksa dioperasi guna meminimalisir penyakit semakin berbahaya. Namun dua minggu setelah operasi, justru benjolan semakin membesar dan meluas.

Lalu kami periksa ke RS Sardjito (Yogyakarta), di sana divonis dokter Fatkhur mengidap penyakit kanker otot. Kami sudah berusaha semampu kami untuk mengobati anak kami,” katanya saat Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti berkesempatan menjenguk Fatkhur di kediamanya, Selasa (10/7).

Akibat penyakitnya itu, sudah sejak enam bulan Fatkhur terpaksa tidak pakai baju karena sering merasa panas dan selalu menyalakan kipas angin. Tidurnya juga hanya 1 sampai 2 jam setiap malamnya, sedangkan siangnya tidak pernah tidur. 

Makannya juga susah tapi sekarang sudah mending makan hingga 3 sendok,” ujarnya.

Berbagai usaha sudah dilakukan oleh Slamet demi menyembuhkan anak pertamanya itu. Penyembuhan secara medis maupun akternatif telah dilakukan, tapi hingga kini belum membuahkan hasil.

Keterbatasan ekonomi kian memperburuk kondisi Fatkhur, pekerjaan ayahnya sebagai buruh serabutan tak cukup untuk membiayai pengobatan Fatkhur. Untuk menopang biaya pengobatan Fatkhur, keluar hanya bisa mengandalkan bantuan dari orang lain.

Berbagai upaya pengobatan sudah kami ikhtiarkan, sudah dilakukan kemoterapi sampai 37 kali, periksa alternatif juga sudah. Tapi benjolan semakin membesar. Benjolan itu sudah sampai leher yang membuat anak saya kadang sesak nafas,” kata Slamet.

Meski kemelut ekonomi melanda, ia mengaku akan terus berusaha agar buah hatinya itu dapat sembuh, menjemput keceriaan seperti sebelumnya. Pihaknya hanya mampu meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar penyakit yang diderita Fatkhur mampu segera diobati.