Forum Anak, Ajang Berlatih dan Pengembangan Potensi Diri
Peristiwa

Forum Anak, Ajang Berlatih dan Pengembangan Potensi Diri

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pelaksanaan Konferensi Forum Anak se Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Purworejo. Konferensi Forum Anak diikuti oleh 90 peserta terdiri dari 2 perwakilan Pengurus Forum Anak dari 35 kabupaten/kota dan 20 anak Pengurus Forum Anak Jawa Tengah (FAN Jateng). Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Sanjaya Inn Purworejo, mulai Selasa hingga Kamis (11-13/7/2018).

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan, Lembaga Forum Anak sebagai salah satu indikator dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak merupakan organisasi anak untuk berlatih berorganisasi, menyuarakan hak anak dan berpartisipasi dalam pembangunan baik dari tingkat desa sampai nasional.

Anak-anak yang tergabung dalam kepengurusan Forum Anak berkesempatan untuk mengembangkan potensi diri, belajar berkomunikasi di forum publik dan menyuarakan hak anak yang disampaikan secara santun dan waktu yang tepat. Sehingga kedepan mampu menjadi pelopor, terutama pelopor dalam pemenuhan hak anak.

Anak-anakku, dengan berkumpulnya kalian di Kabupaten Purworejo ini, dapat dimanfaatkan untuk mengungkapkan potensi diri kalian dalam mengikuti seleksi kepengurusan Forum Anak Provinsi Jateng dan menyuarakan permasalahan yang masih terjadi di lingkungan tempat tinggal kalian. Untuk diusulkan penyelesaiannya di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan suarakan keinginan kalian untuk mendukung terwujudnya Generasi yang GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat),” ujar Yuli, Rabu, (11/07/2018) pagi

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPADUKKB) Prov Jateng Sri Winarna mengatakan, Konferensi Forum Anak Jawa Tengah mengangkat tema, ‘Anak Jawa Tengah, Bersatu dalam Perbedaan’, sebagai refleksi bersama atas berbagai isu yang dapat berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa. Disintegrasi bangsa tidak hanya diakibatkan karena adanya ancaman dari luar, tetapi juga kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, baik perbedaan suku, agama, ras maupun perbedaan pendapat atau pilihan politik. 

Sikap dewasa dalam menghargai pendapat, sudah selayaknya dimulai dengan mendidik anak-anak agar mampu berperilaku toleran dan saling menghargai perbedaan. Salah satu kunci menumbuhkan sikap toleran, dengan sering berdialog atau berdiskusi dengan anak. Membiasakan anak untuk berdiskusi dalam hal apapun, terutama yang terkait dengan kehidupannya, diharapkan dapat membantu anak untuk memiliki sikap saling menghormati perbedaan,” imbuh Sri Winarna.

Lebih jauh Sri Winarna mengatakan, Forum Anak sebagai salah satu wadah bagi anak untuk saling bertukar pendapat, aspirasi dan kreativitasnya, baik dengan sebayanya, masyarakat maupun pemerintah, memiliki peran strategis dalam ikut serta menumbuhkan sikap-sikap toleran tersebut pada anak. Forum Anak melalui program kerjanya dapat melakukan berbagai kegiatan diskusi bersama sebayanya, baik dengan anak-anak di sekolah, penghuni panti asuhan, anak binaan Lapas, anak dengan disabilitas atau siapapun. Dari dini memang sehusnya anak-anak mampu berempati terhadap sesamanya.

Kendati demikian, lanjut Sri Winarna, peran orang tua dalam membangun lingkungan keluarga yang demokratis, serta peran para pendidik dalam mengembangkan model pendidikan yang ramah anak menjadi hal yang penting. Tema yang baik ini harapannya tidak hanya pada kegiatan ini, tetapi ia berharap agar tema ini dapat terus ditindaklanjuti ke dalam program kerja pengurus Forum Anak baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Sebagaimana tema tahun lalu terkait cerdas bermedia sosial yang dapat terus dilakukan hingga saat ini, termasuk memanfaatkan media sosial dalam mengkampanyekan hak-hak anak, mengupayakan pencegahan kekerasan pada anak serta mengangkat isu persatuan dan kebhinekaan ini,” paparnya.