Langit Pantai Ketawang Berhias Layang - layang, Ribuan Pengunjung Takjub
Wisata

Langit Pantai Ketawang Berhias Layang - layang, Ribuan Pengunjung Takjub

Grabag,(purworejo.sorot.co)--Puluhan layang-layang menghiasi langit Pantai Ketawang, Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Minggu (29/07). Festival layang-layang tingkat nasional ‘Purworejo Kite Festival 2018’ yang digelar sejak Sabtu kemarin diikuti sebanyak 56 klub dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia, Jepang dan Polandia.

"Pesertanya dalam dan luar negeri tampil memeriahkan suasana. Pelaksan festival ini yang kedua kalinya, pertama tahun lalu di Pantai Jatimalang," kata, Kasi Promosi dan Kerjasama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Woro Theresia.

Puluhan ribu warga pun tumpah ruah untuk menyaksikan gelaran festival itu. Pengunjung tampak antusias menyaksikan berbagai layang-layang unik dalam berbagai bentuk seperti naga, kuda laut, buaya, cumi-cumi, spiral dan masih banyak lagi. 

"Festival ini menarik pengunjung, terbukti dari kemarin pengunjung luar biasa, kemarin mencapai 4 ribu pengunjung dan hari ini pengunjung bahkan diperkirakan mencapai sekitar 10 ribuan," ungkapnya.

Dikatakan, mebludaknya pengunjung dengan adanya kegiatan tersebut, bisa menjadi penyemangat warga sekitar untuk mengembangkan perekonomian untuk mendukung sektor wisata. Dibangunnya Bandara Internasional NYIA di Kulon Progo juga akan berimbas pada kunjungan wisata di Purworejo.

Sementara, Norman pelayang asal Malaysia dari Norman Club mengatakan, ia tiba di Indonesia sejak dua hari yang lalu untuk meramaikan festival ini. Ia sangat mengapresiasi terhadap Pemda Purworejo, karena pemerintah mau berbaur dengan masyarakat.

"Saya bangga dengan penyelenggaraan layang -layang ini walaupun tidak ikut peserta, tetapi sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini. Pantai Ketawang bagus sekali dan orang-orangnya baik," paparnya.

Adapun kategori yang dinilai meliputi kategori tradisional, dua dimensi, tiga dimensi dan train naga. Masing-masing kategori akan diambil juara yang mendapatkan tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Untuk juara atau terbaik pertama kategori naga diperoleh Baruno dari Klub Petung Tulungagung, kategori tradisional Anyaman dari Klub Kepis Muntilan, kategori 2 dimensi diraih Klub Asmat dari Klub Legong Jakarta, untuk kategori 3 dimensi diraih Giri Mandala dari Klub Petung Tulungagung dan kategori rokaku diraih Bustami Klub Batam.