Produksi Panen Padi Meningkat, Purworejo Hasilkan Hampir 100 Ribu Ton Gabah
Ekonomi

Produksi Panen Padi Meningkat, Purworejo Hasilkan Hampir 100 Ribu Ton Gabah

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo mencatat, pada bulan Juli 2018 ini produksi padi di Purworejo mencapai 98.602 ton gabah kering panen (GKP). Puluhan ton gabah tersebut dihasilkan dari panen di lahan seluas 14.086 hektar tersebar di beberapa kecamatan.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DPPKP Purworejo, Eko Anang, mengungkapkan, beberapa wilayah kecamatan yang sudah masuk musim panen antara lain Kecamatan Purwodadi, Ngombol, Pituruh, Banyuurip, Grabag, Kutoarjo dan Butuh. Beberapa kecamaan lagi dalam waktu dekat ini juga akan melaksanakan panen raya padi.

Ada tujuh kecamatan yang tercatat sebagai daerah lumbung padi, pada periode ini. Kecamatan Purwodadi, Ngombol dan Pituruh sudah panen pada awal bulan ini tetapi Kecamatan Banyuurip, Grabag, Kutoarjo dan Butuh baru panen pada awal Agustus,” jelas Eko Anang, Selasa (31/07/2018).

Eko menerangkan, tingkat produksi hasil panen padi mencapai rata-rata 7 ton GKP per hektar, sehingga produksi panen kali ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 6,5 ton GKP per hektar. Adapun jenis padi yang ditanam di wilayah Purworejo meliputi varietas ciherang, mekongga, situbagendit dan pandanwangi. 

Meski ada banyak jenis yang ditanam, tetapi rata-rata petani menanam jenis ciherang dan mekongga. Selain produksinya tinggai, varietas ini juga lebih tahan wereng dan perawatannya relatif mudah,” terangnya.

Sementara itu, dengan harga jual gabah saat ini yang mencapai Rp 4500 per kilogram, petani dinilai sudah untung. Wilayah purworejo sendiri terdapat sekitar 25.000 hektar lahan pertanian yang ditanami beberapa komoditas seperti padi dan palawija.