Belum Tempati Pasar Baledono, Ratusan Pedagang Diberi Surat Peringatan
Ekonomi

Belum Tempati Pasar Baledono, Ratusan Pedagang Diberi Surat Peringatan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (KUKMP) Purworejo mencatat sebanyak 158 pedagang Pasar Baledono hingga kini belum menempati kios maupun los yang disediakan. Jumlah tersebut mencapai angka 20 persen dari sebanyak 2.051 pedagang yang ada di Pasar Baledono.

"Ya. Surat peringatan sudah dua kali kami layangkan. Peringatan pertama sudah, kemudian peringatan kedua. Kami masih memberi waktu dan toleransi. Apabila masih tidak ditempati, kami akan berikan surat peringatan ketiga," kata Kepala Dinas KUKMP Purworejo Gandi Budi Supriyanto, dihubungi Kamis (2/8).

Gandi menjelaskan, surat peringatan telah ditujukan kepada masing-masing pedagang sesuai alamat. Mereka diberi waktu satu bulan toleransi untuk segera menempati pasar. Jika nantinya peringatan ketiga masih saja tidak diindahkan pedagang bersangkutan, maka akan diambil langkah lebih tegas lagi. 

"Kami akan publikasikan lewat media massa agar dilakukan lelang kios maupun los yang tidak ditempati tersebut," tandasnya.

Kendati demikian, jika pedagang memiliki itikad baik dengan memberitahukan kepada Dinas KUKMP melalui pernyataan tertulis, pihaknya bisa memberikan kebijaksanaan lebih lanjut. Misalkan dengan alasan sedang mengumpulkan modal akibat kebakaran Pasar Baledono 2013 silam.

"Tapi harus dituangkan melalui pernyataan tertulis," jelas Gandi .

Lebih jauh dikatakan Gandi, permasalahan yang membelit Pasar Baledono telah dibahas dalam audiensi di DPRD Purworejo pada Rabu 25 Juli 2018 dan ditindaklanjuti dengan rapat bersama perwakilan pedagang setempat pada hari berikutnya.

"Mudah-mudahan berbagai masalah yang timbul bisa segera diatasi. Dan kami masih menunggu rekomendasi dari DPRD yang akan dikeluarkan dua minggu setelah audiensi kemarin," terang Gandi.

Selain terkait pedagang yang belum masuk pasar tersebut, rekomendasi juga mengenai masalah retribusi, rekayasa angkutan, dan parkir. Untuk retribusi, dalam Perda 5/2011 tentang Pelayanan Pasar tertera besaran Rp 500 perkios dan Rp 1.000 perlos.

"Itu nanti akan kami revisi. Apalagi di situ kan tercantum retribusi los yang lebih besar daripada kios," imbuhnya.

Mengenai permasalahan rekayasa angkutan, jelas Gandi, nantinya akan diupayakan agar melewati Pasar Baledono. Untuk masalah parkir, nantinya sebelah barat akan digunakan sebagai tempat parkir mobil dan sebelah timur digunakan sebagai area parkir motor.

Diakui Gandi, belum tertanganinya sejumlah masalah tersebut menjadikan Pasar Baledono sepi pembeli. Kendati demikian terdapat faktor lain seperti bermunculannya pasar modern. Sedangkan masalah pnempatan yang tidak menggunakan zonasi, hal itu karena menjadi keinginan pedagang.

"Dan kita akan berikan penjelasan secara pelan-pelan agar tidak sampai menimbulkan gejolak," tuturnya.