Meriahnya Tradisi Reresik Sumur Tujuh Diwarnai Kirab
Budaya

Meriahnya Tradisi Reresik Sumur Tujuh Diwarnai Kirab

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Prosesi reresik sumur 7 yang digelar pertama kali oleh masyarakat Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo berlangsung meriah pada Sabtu (04/08) sore.

Hal itu tergambar pada prosesi kirab mulai dari balai kelurahan dengan urutan di barisan depan adalah prajurit, dilanjut sanggar kidung rinonce, Hapsara Hapsari, tokoh masyarakat dan gunungan buah.

Dalam kirab tersebut juga dimeriahkan juga dengan barisan tetabuhan oleh drumband sekolah, rombongan Padepokan Pencak Silat Tri Susila dan Kuda Kepang Pandan Sari.

Sesampainya di area Sumur Kemloko yang terdapat 7 sumber mata air, tokoh-tokoh masyarakat melakukan Jamasan Kuda Kepang dan pengambilan air dari 7 sumber sumur itu lalu dilakukan kirab balik dan rebutan tumpeng buah oleh masyarakat.

Setelah itu air dibawa ke laboratorium Komunitas Teater Purworejo (KTP). Di laboratorium KTP dilakukan pula jamasan bagi perangkat desa dan dilanjutkan oleh masyarakat.

Teguh Suyono, pimpinan produksi kirab budaya mengatakan, peristiwa budaya ini tidak berangkat dari sebuah legenda atau cerita tentang terjadinya sesuatu. Acara itu tercipta karena keprihatinan melihat keberadaan sumur yang sesungguhnya mempunyai keunikan tetapi kurang diperhatikan kelestariannya.

"Maka, reresik atau bersih-bersih ini bermakna mengajak segenap warga untuk bersama menjaga kelestarian sumur. Dengan bersatunya tujuh mata air itu semoga dapat mempersatukan 7 wilayah Cangkrep," katanya.

Dijelaskan, sumur-sumur di kelurahan Cangkrep Kidul sangat unik dan mistis. Ada 7 sumur diantaranya Sumur Kemloko, Sumur Pancur, Sumur Buthek, Sumur Planangan, Sumur Tengah, Sumur Pandansari, Sumur Lanang dan Sumur Wedok. 

"Air dari sumur Kemloko konon dipercaya untuk obat dan Sumur Pandan sebagai sarana awet muda. Banyak wisata luar daerah yang datang di area sumur itu, seperti Jogja, Jakarta datang untuk mengambil manfaat sumur itu," ungkapnya.