Tampil di An Nawawi Award 2018, Dua Komedian Muda Bikin Baper Ribuan Santri
Peristiwa

Tampil di An Nawawi Award 2018, Dua Komedian Muda Bikin Baper Ribuan Santri

Purworejo,(purworejo.sorot.c)--Dua orang komika Wira Negara dan Nopek menjadi bintang tamu dalam acara An Nawawi Award 2018 di Pondok Pesantren (ponpes) An Nawawi Purworejo, Minggu (05/08) malam. Aksi panggung kedua komedian ini pun mendapat sambutan hangat dari ribuan santi di ponpes tersebut.

Temen-temen baik laki-laki atau perempuan pada nantinya akan bertemu pada suatu situasi yang disebut dengan perasaan,” kelakar Wira Negara saat berdiri di depan panggung disambut tepuk tangan audien.

Stand Up Comedy an ini dikenal dengan potongan gaya rambut dan kumisnya yang unik karena miri[ seperti kumis kompeni yang kedua ujungnya diplintir sehingga memberi kesan klasik. Selain pembawaan sajaknya ketika menyampaikan materi komedi, Wira dikenal dengan logat Jawa nya yang agak keras yang ia sebut Jawa Ngapak. 

Karena Wira yang asli dari Banjarnegara sudah terbiasa dengan logat seperti ngapak sejak lama. Maka ia pun tak ragu menggunakan bahasa khasnya, sembari menggunakan logat Jawa Ngapak nya sehingga mampu memancing gelak tawa

Suasana bertambah riuh ketika wira memberikan sebuah sajak percintaan yang membuat seluruh santri ikut hanyut di dalamnya.

Benda yang memaksa bergerak, benda akan bergerak. Begitu dengan cinta, jika ada yang memaksa bergerak juga akan bergerak,” timpalnya diikuti dengan gemuruh siulan audiens.

Penampilan Wira ditutp dengan memanggil dua santri putra dan putri untuk bercerita seputar pengalaman hidup di dalam pesantren. Dimana pesantren dengan berbagai kehidupanya memiliki cerita unik dan sangat mengesankan, mulai dari dihukum ketika melakukan kesalahan hingga kejadian menggelikan lainya.

Siapkan diri kalian saat menjadi santri, pesan saya kalau sudah keluar dari sini jangan ikut larut dengan pergaulan yang negatif artinya jangan terlalu norak,” tutup komika berusia 25 tahun ini.

Tidak kalah seru, tampil sebagai bintang tamu kedua yaitu Nopek komika asal Madiun. Tampil dengan berbahasa Jawa Timur an membuat kesan hangat dan mesra dengan para penonton. Nopek tampil dengan melontarkan lawakan tentang cerita kehidupannya yang susah menjadi anak seorang petani.

Di desa saya nggak ada orang kaya, karena siapapun yang mengaku kaya dianggap pamali. Zaman sekarang ini tidak ada seorang yang bercita-cita menjadi petani. Kebanyakan kalau ditanya pasti milih jadi polisi, dokter, lebih parah lagi kalau cewek disuruh milih antara pacar petani pasti ogah,” candanya di hadapan ribuan santri.

Sementara itu, panitia An Nawawi Award 2018 Bahron Ajib Al Hakim mengukapkan, agenda tersebut merupakan rangkaian acara Khataman Akhirussanah Pondok Pesantren An Nawawi ke-40. Dimana pada acara An Nawawi Award menjadi ajang penghargaan bagi seluruh insan Pondok Pesantren baik lembaga pendidika Formal maupun Non Formal.

Ada Lima nominasi yang diberikan, MTs, MA dan Sekolah Tinggi An Nawawi serta pengurus putra dan putri An Nawawi,” paparnya.

MTs An Nawawi dengan nominasi Guru terfavorit diraih oleh Rifa Udin. Sekolah Tinggi Agama Islam An Nawawi dengan nominasi dosen terfavorit diraih oleh Ahmad Muhaini, MA An Nawawi dengan nominasi guru terfavorit diraih oleh Nur Layla Kholilah, pengurus Pondok Pesantren Putra terfavorit diraih oleh Abdul Aziz dan pengurus Pondok Pesantren Putri terfavorit diraih oleh Umi Robiatul Maghfiroh.

Dalam pagelaran tahunan tersebut pun ditampilkan beberapa karya dari para santri, mulai dari menyanyi menari hinga seni musik perkusi.