Tingkatkan Pelayanan Korban Laka Lantas, Polres Purworejo Kerjasama Lintas Instansi
Peristiwa

Tingkatkan Pelayanan Korban Laka Lantas, Polres Purworejo Kerjasama Lintas Instansi

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Polres Purworejo terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Salah satunya dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman bersama Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Jasa Raharja.

Selain dihadiri jajaran Polres Purworejo, penandatanganan Nota Kesepahaman di Aula Mapolres, Selasa (07/08/2018) pagi juga dihadiri oleh perwakilan lembaga/instansi tersebut. Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya mengungkapkan, penandatangan ini terkhusu terkait Penanganan Korban dan Penyelesaian santunan Kecelakaan Lalu Lintas dan angkutan jalan secara terpadu bagi peserta jaminan sosial.

ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal sebagai upaya preventif dan meminimalisir fatalitas korban meninggal dunia. Karena pada dasarnya upaya mewujudkan kamseltibcarlantas dan mencegah kecelakaan lalu lintas memerlukan kerjasama dan tanggung jawab seluruh stakeholder,” ujarnya.

Kapolres memaparkan, dalam kurun waktu selama 7 (tujuh) bulan di tahun 2018, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Purworejo tercatat 279 kasus. Kejadian keceleakaan mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 61 orang, korban luka berat sebanyak 1 orang dan korban luka ringan sebanyak 308 orang. 

Kami pun mencatat kerugian material berupa kerusakan kendaraan sebesar Rp. 156.800.000,” jelasnya.

Pihaknya berharap, penanganan korban dan penyelesaian santunan pasien atau korban kecelakaan lalu lintas baik peserta jaminan sosial maupun di luar peserta jaminan sosial dapat terlayani dengan baik. Pasien atau korban tidak dibebani untuk mengurus santunan kecelakaan lalu lintas karena pihak rumah sakit atau pelayanan kesehatan yang menagih biaya pengobatan pasien ke Jasa Raharja atau BPJS.

Terkait dengan tingginya kejadian kecelakaan lalu lintas, pemerintah telah mengeluarkan Inpres no. 4 tahun 2013 tentang program dekade aksi keselamatan jalan 2012-2020 yang diwujudkan dalam 5 pilar aksi keselamatan jalan. Lima pilar itu meliputi, manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan.

Terakhir penanganan pra dan pasca kecelakaan lalu lintas yang mencakup penanganan pra kecelakaan, yang kesemuanya merupakan butuh kesigapan semua pihak,” tandasnya.