Kian Subur, Koperasi Syariah Miliki Keunggulan Membangun Ekonomi Masyarakat
Ekonomi

Kian Subur, Koperasi Syariah Miliki Keunggulan Membangun Ekonomi Masyarakat

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Koperasi menjadi lembaga perekonomian rakyat yang dinilai paling tepat untuk menanggulangi krisis ekonomi masyarakat di Indonesia. Betapa tidak, krisis yang telah menumbangkan berbagai bentuk usaha skala besar, namun tidak mampu meruntuhkan eksistensi koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Budi Harjono saat membuka Seminar Hari Koperasi ke 71, di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (07/08/2018) siang. Hadir dalam acara ini Ketua Dekopinda Kabupaten Purworejo Imam Abu Yusuf, dan narasumber Rektor STEI Yogyakarta Prof Dr Muhamad, Manajer UGT BMT Sidogiri Pasuruan Jawa Timur KH. Abdul Majid Umar, Ketua Dekopinda Banyumas Muhamad Arsa Dalimunte, dan sejumlah pengurus BMT Binamas Purworejo.

Lebih lanjut Budi Harjono mengatakan, berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Din KUKMP), tercatat ada 277 koperasi berdiri di Kabupaten Purworejo. Dari jumlah tersebut, 237 koperasi masih aktif dengan anggota mencapai 107.301 orang. Apabila ditambah dengan keluarga dan kerabatnya, bisa pihaknya bertambah yakin bahwa koperasi memiliki kekuatan ekomomi yang fantastis.

Apabila koperasi-koperasi tersebut mampu berkembang dengan baik dan bisa menyejahterakan anggotanya, maka pada gilirannya tentu akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Purworejo secara keseluruhan. Masyarakat Purworejo akan tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan sejahtera dalam kebersamaan dan kegotongroyongan,” papar Budi Harjono.

Terkait Kopersai Syariah, Budi Harjono mengatakan, tumbuh suburnya koperasi syariah menunjukkan bahwa sistem ekonomi syariah dapat diterima dan diterapkan dalam masyarakat Indonesia. Koperasi syariah bahkan mempunyai nilai positif dalam membangun masyarakat Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa ekonomi syariah mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan sistem ekonomi yang sering disebut komunis maupun ekonomi kapitalis. 

Sementara Ketua Dekopinda Kabupaten Purworejo Imam Abu Yusuf SH mengungkapkan, seminar ini sebagai upaya untuk memasyarakatkan koperasi dan mengkoperasikan masyarakat. Menurutnya ada beberapa regulasi yang masih perlu diperbaiki, tentu hal ini bisa menjadi ganjalan tentang ekonomi kebersamaan. Karena nyatanya tata kelola ekonomi nasional belum diatur.

Bahkan ada salah satu pasal yang memperbolehkan pengurus koperasi bukan dari anggota koperasi. Ini sangat tidak baik untuk koperasi, bahkan bisa tidak maksimal,” ujarnya.

Untuk di Pemerintah Kabupaten Purworejo, Alhamdulillah secara nomenklatur Koperasi diprioritaskan. Tentunya ini juga harus ada program-program terkait koperasi agar diutamakan, sehingga koperasi di Purworejo ini dapat semakin berkembang terutama untuk kesejahteraan anggota,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Karsiwi Tri Setyantoro memaparkan, seminar diikuti 370 peserta dari gerakan koperasi meliputi unsur mahasiswa dan pelajar SMA. Selain itu instansi pemerintah terkait, dengan mengambil tema peran koperasi syariah dalam pengembangan ekonomi daerah yang berbasis UMKM.

Tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang ilmu ekonomi berbasis syariah dan penerapannya dalam perkoperasian. Juga memberikan pemahaman tentang arti pentingnya koperasi sebagai dasar kekuatan ekonomi rakyat. Pada seminar ini ada penyerahkan bantuan beasiswa dari BMT Binamas bagi pelajar SMP dan SMA,” jelas Karsiwi yang juga Ketua pengurus KST PS BMT Binamas Purworejo.