Jadi Lumbung Padi Jateng, Wabup Minta Program Petani Go Online Segera Diterapkan
Ekonomi

Jadi Lumbung Padi Jateng, Wabup Minta Program Petani Go Online Segera Diterapkan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Menjadi lumbung padi penopang pertanian di Jawa Tengah, Kabupaten Purworejo menjadi tulang punggung ketersediaan pangan di Jawa Tengah. Berbagai inovasi pertanian ditelurkan agar pertanian kian maju, salah satunya program petani go online.

Wakil Bupati Yuli Hastuti mengungkap, fasilitasi petani go online ini merupakan program dari Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika, Direktorat Jendral Aplikasi Informatika (Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bekerja sama dengan industri TIK yang bergerak dalam bidang pertanian.

Maka saya minta untuk ditindaklanjuti oleh dinas terkait yang menangani baik dari teknologinya maupun tenaga penyuluh pertaniannya. Program ini supaya bisa segera diterapkan terutama untuk peningkatan produk pertanian yang nantinya untuk kesejahteraan para petani,” pinta Yuli Hastuti dihubungi Jumat (10/8/2018).

Dengan program petani go online ini lanjut Yuli Hastuti, Kabupaten Purworejo telah melakukan lompatan kedepan lebih awal dibanding kabupaten yang lain. Utamanya dalam menerapkan sistem penyuluhan pertanian digital, yang diharapkan akan membuat catatan sejarah bagi kemajuan pembangunan pertanian juga kemajuan sumberdaya manusia khususnya bagi para petani. 

Kepala DPPKP (Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan) Purworejo, Bambang Asmara Jati mengatakan, pembangunan pemerintah di bidang pangan dapat dilakukan dengan pemberdayaan petani melalui pemanfaatan teknologi yang diwujudkan dalam program Petano Go Online yang dilaksankan oleh Dirjen Aptika untuk menjalankan fungsi koordinasi sebagai enabler melalui kerjasama dengan para pemangku kepentingan.

Menurutnya, program petani go online bermaksud untuk memberikan solusi atas isu-isu yang dihadapi petani melalui pemanfaatan aplikasi mobile yang tepat. Pelaksanaannya bukan dengan membuat aplikasi pertanian baru melainkan dengan pemanfaatan dan pemberdayaan aplikasi yang telah dikembangkan oleh industri informatika.

Yang menjadi fokus pemberdayaan dari aplikasi pertanian ini mencakup 3 aplikasi yakni aplikasi informasi pengendalian stok nasional, aplikasi penyuluhan pertanian berbasis online, dan aplikasi marketplace pertanian online,” jelasnya.

Menurutnya, luas lahan pertanian di Kabupaten Purworejo mencapai 87.105 hektar, dengan tipologi fisik dasar yang beragam dan unik, terdiri dari pegunungan, perbukitan, lembah dan juga pesisir. Dengan kondisi tersebut, maka hasil produk pertanian juga beraneka ragam mulai dari tanaman pangan, hortikultura, sayuran, palawija, ternak dan ikan.