Penuh Kejanggalan, ULP Pembangunan Puskesmas Semawung Digugat
Hukum & Kriminal

Penuh Kejanggalan, ULP Pembangunan Puskesmas Semawung Digugat

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--PT Javadino Putra Perdana melayangkan gugatan terhadap Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo. Hal itu menyusul proses lelang proyek pembangunan Puskesmas Semawung, Daleman, Kecamatan Kutoarjo, yang dinilai tidak fair.

Kuasa Hukum PT Javadino Putra Perdana, Andi Dwi Oktavian SH MH mengatakan gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Purworejo pada 15 Agustus 2018. Saat ini, proses gugatan tengah memasuki sidang perdana.

Awal kami minta sidang provisi agar proses pembangunan puskemas tersebut dihentikan untuk menunggu ada ketepatan hukum dari sidang,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (6/9/2018) sore.

Ia menilai proses lelang pembangunan Puskemas Semawung Daleman tahun anggaran 2018 senilai Rp 4,2 miliar penuh dengan rekayasa. Selama proses lelang, kata Andi, pihaknya merasa dua kali mengalami kejanggalan. 

Sejak awal klien kami merasa dijegal dan alasan yang disampaikan pihak ULP juga mengada-ada, katanya.

Pertama, kata dia, pemberitahuan dari UPL yang menyebutkan jika dokumen yang diajukan pihak PT Javadino Putra Perdana tidak lengkap, namun setelah diajukan sanggahan kemudian muncul alasan jika ternyata dokumen telah lengkap karena dibuka di komputer yang lain.

"Itukan alasan yang tidak logis. Adapun alasan kedua dimana pihak ULP meminta adanya surat dukukungan produk AMP dan peralatannya dari pabrik/produsen. Di sini klien kami mampu menenuhinya dimana surat tersebut ditandatangani langsung oleh direktur," imbuh Andi.

Namun belakangan surat dukungan itu dimentahkan dengan alasan pihak pabrikan tidak pernah mengeluarkan surat tersebut kepada PT Javadino Putra Perdana. Surat tersebut ditandatangani oleh Manajer Operasional PT Surya Karya Setiabudi.

"Di sini muncul pertanyaan, surat kami yang resmi dan ditandatangani direktur kok disanggah dan dinyatakan tidak pernah mengeluarkan. Penandatangannya juga di bawah direktur yakni Manajer Operasional," jelasnya.

Akibat dari berbagai upaya penjegalan itu, kliennya yang sebelumnya menempati peringkat kedua dinyatakan kalah dan pihak pemenang lelang adalah PT Rekhayasa Budi Prakarsa yang ada di peringkat keempat.

Direktur PT Javadino Putra Perdana, Agung Purno Sarjono sendiri menegaskan, setidaknya ada tiga tergugat yakni Ketua Kelompok kerja Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Purworejo sebagai tergugat satu, PT Surya Karya Setyabudi sebagai tergugat kedua serta PT Rekhayasa Budi Perkasa sebagai turut tergugat.

"Kami menilai ada potensi kerugian negara dalam permasalahan ini dan masuk ke tindak pidana korupsi. Hanya memang kami di awal menempuh langkah perdata persuasif terlebih dahulu, ini tentu menjadi preseden buruk Kabupaten Purworejo," kata Agung.