Tak Ada Bonus Atlet, Impian Gadis Panahan Miliki Busur Baru Sirna
Olahraga

Tak Ada Bonus Atlet, Impian Gadis Panahan Miliki Busur Baru Sirna

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Ratri Laksitani Dewi, gadis cantik atlet panahan itu terpaksa harus memendam hasrat kuatnya membeli busur panah baru. Busur panah yang ia idam-idamkan sejak lama mungkin tak bisa ia gapai dalam waktu dekat ini.

Hal itu tidak lain sebab--bonus atlet yang ia impikan bakal didapat ketika berhasil berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2018 itu kini hangus. Pemerintah Kabupaten Purworejo tak akan memberinya bonus barang sepeserpun.

Wajah Ratri nampak sedikit murung seketika, tatkala ia mendengar kepastian bahwa anggaran bonus yang diajukan oleh KONI tak disetujui oleh DPRD Kabupaten Purworejo. Meski demikian, gadis manis itu mencoba tegar, tampak biasa saja.

Walau dirundung kekecewaan, wajahnya tetap terpancar ayu. Bibir manisnya tetap menyimpan senyum untuk menyembunyikan raut kekecewaan. Sekilas, orang tak akan percaya di balik pesona dan keanggunanya, ia adalah atlet panahan andalan Kabupaten Purworejo.

Saat sorot.co menghampirinya, Ratri tengah asik mengulas obrolan tentang bonus 0 rupiah bersama teman sejawatnya. Sorot matanya berbinar tajam penuh cahaya harapan, sebuah harapan akan kepedulian pemerintah yang kini sirna.

Ya kecewa pastinya, disaat pemerintah pusat sangat perhatian terhadap atlet, justru Kabupaten Purworejo malah seperti ini, tapi tetap semangat,” ucapnya usai acara acara pengukuhan kontingen Porprov 2018 Kabupaten Purworejo, di hotel Ganesha belum lama ini.

Sebelumnya, gadis 20 tahun ini mengaku telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Porprov 2018 Oktober mendatang. Keringat demi keringat tak terhitung lagi, waktu demi waktu terlewati untuk satu fokus, berlatih. Semuanya ia lakukan demi cita, mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di kancah olahraga. 

Masalah bonus sebenarnya bukan segalanya. Jika nanti menang dapat medali (emas) uang bonus rencanya mau buat beli busur panah baru, yang lebih keren standar international,” katanya lirih sembari membenahi topi di atas rambut hitam sebahunya itu.

Ia mengaku memiliki hasrat ingin membeli busur panah seharga Rp 30 juta. Keinginya itu ia patri demi cintanya terhadap olahraga panahan yang telah ia lakoni sejak masih duduk di bangku SMP. Namun apa daya, arang telah menjadi abu. Keinginanya itu tak mampu diwujudkan meski ia memperoleh medali emas sekalipun.

Tidak apa-apa ga dapet bonus, yang penting berjuang semaksimal mungkin. Agar bisa melampaui target Porprov 2013,” tutur pemilik akun isntagram @ratrild ini.

Ya, pada ajang yang sama tahun 2013 Ratri berhasil memperoleh medali emas kategori panahan beregu. Capaian itu kini menjadi motivasi agar mampu tampil lebih baik lagi. Masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta jurusan PGSD Penjaskes, dengan penuh percaya diri Ratri mengaku ingin mencatatkan namanya dalam sejarah.

Doanya semoga target emas dapat tercapai, tentunya agar semua atlet dapat berprestasi,” pungkasnya mengakhiri obrolan.

Dengan langkah energiknya ia pamit untuk pulang ke kediamanya di Bandung Rejo, Kecamatan Bayan.