Pengembangan Pantai Jatimalang, Puluhan Kios Milik Pedagang Diratakan
Peristiwa

Pengembangan Pantai Jatimalang, Puluhan Kios Milik Pedagang Diratakan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sedikitnya sebanyak 20 pedagang Pantai Jatimalang terpaksa harus merelakan kios bangunanya berjualan diratakan dengan tanah. Hal itu menyusul rencana pemerintah Kabupaten Purworejo mengembangkan kawasan Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi.

Para pedagang selanjutnya ditempatkan di kios sentra kuliner Pantai Jatimalang yang telah disediakan oleh pemerintah. Meski harus merelakan kiosnya rata dengan tanah, para pedagang yang sebelumnya membuka kios di atas tanah milik pemerintah itu mengaku tidak keberatan ditempatkan di lokasi baru.

Data kami ada sekitar 46 pedangan, kita tempatkan 20 dulu, nanti sisanya kita tata sambil menunggu tempat (Kios) yang baru,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo usai kegiatan pembongkaran kios pedagang, Jumat (14/9/2018) sore.

Agung menyampaikan, pada tahun ini penggarapan wilayah pantai terpadu mulai kawasan Jogoboyo hingga Kertojayan akan diawali dengan mempercantik Pantai Jatimalang. Pembangunan dilaksanakan dalam rangka menyongsong tahun kunjungan wisata Romansa Purworejo 2020. 

Pada tahap pertama, dikatakan pemerintah telah menyiapkan dana APBD sekitar Rp 5 miliar untuk sejumlah pembangunan, antara lain pintu gerbang masuk, lanskap plaza, panggung kesenian, patung setinggi enam meter serta sejumlah fasilitas lain. Kemudian pembangunan akan dilanjutkan pada tahun 2019 dengan porsi anggaran mencapai Rp 8,5 miliar.

Kita sudah melakukan sosialisasi dengan pedagang sejak tahun 2017. Pada sosialisasi terakhir, tanggal 27 Agustus kemarin, pedagang siap mengisi sentra kuliner yang disediakan, jadi mereka sepakat untuk pindah ke lokasi yang lebih representatif,” katanya.

Penataan pedagang Pantai Jatimalang mengacu pada regulasi yang ada, yakni Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Purworejo Nomor 27 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, Perda Nomor 11 Tahun 2004 Tentang Balai Terpadu Bahari, dan Perda No 13 Tahun 2014 Tentang Rencana Induk Pengembangan Wisata.

Pada prinsipnya kita ingin mempercantik objek wisata kita dan tentunya kita juga melakukan penataan pedangan agar lebih nyaman berjualan,” ujarnya.

Para pedagang juga dengan sendirinya secara suka rela membongkar kios mereka, hari ini kita datangkan alat berat dan petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri untuk membantu membongkar beberapa bangunan yang permanen,” imbuhnya.

Pantauan sorot.co, pembongkaran kios pedagang pantai Jatimalang berjalan lancar, Satpol PP mengerahkan sedikitnya 25 personil ditambah sekitar 50 personil TNI Polri guna membantu proses pembongkaran.