Dirazia, Anak Punk Kejar - kejaran dengan Petugas Satpol PP
Hukum & Kriminal

Dirazia, Anak Punk Kejar - kejaran dengan Petugas Satpol PP

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sebanyak tiga anak jalanan atau anak punk dan satu orang penyandang gangguan jiwa terjaring dalam razia yang digelar oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Senin (17/9/2018) siang. Saat diamankan, mereka kedapatan sedang melakukan aktivitas meresahkan masyarakat di sejumlah titik.

Beberapa di antaranya yakni lampu merah perempatan Pos Polisi Monumen A. Yani, GOR WR Soepratman, dan jalan Desa Watukuro, Kecamatan Purwodadi.

Kedatangan petugas secara tiba-tiba membuat sejumlah anak jalanan kocar-kacir melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya petugas berhasil meringkus semuanya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Budi Wibowo SSos MSi, melalui Penyidikan dan Penyelidikan, Endang Muryani SE mengungkapkan bahwa razia yang digelar merupakan salah satu upaya penegakan Perda Nomor 8 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Keindahan, dan Kebersihan (K3).

Keberadaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang telantar (PGOT), Penyandang masalah kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Remaja Jalanan (Punk) kerap meresahkan masyarakat.

Ini razia rutin dan fokus kita hari ini menyisir sepanjang area yang disinyalir menjadi tempat tongkrong anak jalanan,” ungkap Endang saat dikonfirmasi.

Disebutkan, dari 3 orang yang diamankan, 1 orang diantaranya merupakan perempuan. Ketiganya yakni CT (14) warga Pangenjurutengah, MF (12) asal Puja Kulon, Jawa Timur serta remaja perempuan berinisial AU (19) asal Purwokerto. 

Mereka masih berusia remaja, dan satu penyandang gangguan jiwa yang belum diketahui identitasnya, sebutnya.

Guna memberikan efek jera kepada mereka, petugas langsung menggelandang ke kantor Satpol PP. Selain didata, mereka juga diberi pembinaan dari petugas dan Dinsos.

Mereka tengah kita upayakan dikembalikan ke keluarga masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Endang menambahkan bahwa razia penegakan Perda, khususnya PGOT dan anak jalanan, akan terus digencarkan untuk memberi rasa aman masyarakat. Pihaknya juga mengharapkan bantuan masyarakat untuk memberikan informasi jika mendapati keberadaan anak jalanan atau PGOT yang meresahkan.