Wabup Minta Pendamping PKH Tak Lelah Dampingi Keluarga Miskin
Sosial

Wabup Minta Pendamping PKH Tak Lelah Dampingi Keluarga Miskin

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastutu SH menegaskan pentingnya peningkatan sumberdaya manusia Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu mengingat tugas yang diemban tidaklah mudah. Menjadi pendamping PKH berarti mengambil peran terdepan dalam ngopeni keluarga miskin.

"Orang yang dipercaya menjadi pendamping PKH adalah orang-orang yang terpilih. Pendamping PKH memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan. Jangan pernah lelah mendampingi orang yang membutuhkan," ungkap Wabup saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Pendamping PKH di hotel Plaza , Senin (17/9/2018) siang.

Dijelaskan, PKH merupakan program pengentasan kemiskinan yang dikembangkan pemerintah untuk membantu rumah tangga sangat miskin mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan. 

Oleh karenya Wabup meminta agar para pendamping PKH khususnya di Kabupaten Purworejo meneguhkan pendirian dan membulatkan tekad dalam mengemban tugas. Kesuksesan PKH menjadi indikator suksesnya program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah.

Sejak digulirkan pada tahun 2012 hingga kini, sedikitnya sebanyak 35.624 keluarga penerima manfaat program PKH telah mebdapat perhatian pemerintah.

Keluarga sangat miskin (KSM) yang menjadi sasaran PKH merupakan bagian nyata dari kehidupan masyarakat. Keberadaan KSM memiliki hak, kewajiban serta peran yang sama ditengah masyarakat.

"Untuk itu keberhasilan program PKH tergantung dari peran kita semua, sehingga diharapkan program ini dapat dikawal dengan baik," katanya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Wahyu menjelaskan sedikitnya 153 pekerja sosial mengikuti uji kompetensi dalam kesempatan itu. Uji kompetensi menjadi salah satu program guna meningkatkan sumberdaya manusia pekerja sosial.

Diharapkan dengan uji kompetensi ini para pekerja sosial tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan mereka dalam melakukan pendampingan di tengah masyarakat.

"Untuk peserta kita tidak hanya dari Kabupaten Purworejo, banyak dari luar daerah yang mengikuti kegiatan ini. Kita menggandeng Pusbang Provinsi, penyuluh sosial dan lembaga sertifikasi," katanya.