Kisah Pilu Gadis Punk, Hidup Menggelandang Dalam Kondisi Hamil Muda
Sosial

Kisah Pilu Gadis Punk, Hidup Menggelandang Dalam Kondisi Hamil Muda

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kisah pilu menyelimuti kehidupan AU, gadis punk 19 tahun yang terjaring razia Satpol PP Damkar Kabupaten Purworejo dalam operasi penyakit masyarakat, Senin (17/9). Remaja yang mengaku telah dua bulan lamanya hidup dijalanan ini ternyata tengah hamil muda.

AU hanya tertunduk malu ketika dirinya bersama sang kekasih dan satu teman lainya diamankan oleh Satpol PP Damkar Purworejo. Wajah dan rambutnya nampak lusuh, pakaian yang ia kenakan nampak kotor bercampur noda jalanan.

Kehidupan jalanan yang terik nan keras membuat dirinya tak lagi mempersoalkan penampilan. Baginya, hari ini dapat bertahan hidup bersama rekan-rekannya itu sudah cukup bahagia. Namun siapa mengira, di balik kehidupan bebasnya, rasa pedih dan takut menggelayuti hatinya.

Iya, sudah positif hamil. Sudah pernah diperiksa di puskesmas. Mungkin baru mau empat bulan jalan (usia kandunganya),” katanya saat mendapat pembinaan dari petugas.

Ia menyebutkan bahwa janin yang tengah ia kandung tidak lain adalah hasil perbuatan sang kekasih, CT remaja 14 tahun yang juga turut diamakan Satpol PP Damkar bersama dirinya saat itu. Tanpa malu-malu, CT pun mengakui bahwa ialah yang menghamili AU. 

AU mengaku bahwa sebelumnya ia hanyalah gadis biasa yang hidup bersama kakeknya di Purworejo, sedangkan orangtuanya berada di Purwokerto. Pergaulan bebas berbuntut kehamilan membuat dirinya terpaksa melarikan diri dari kedua orangtuanya. Ia pun memutuskan untuk hidup di jalanan.

Itupun bukan tanpa sebab, AU menjelaskan, jika saja orangtuanya memaafkan dan tidak menyuruhnya menggugurkan janin yang tengah ia kandung, mungkin ia tidak akan pernah memutuskan untuk hidup menjadi anak jalanan.

Iya orangtua nyuruh gugurin. Tapi saya tidak mau,” kata gadis lulusan SMA ini.

Lantaran itu, AU harus kuat menjalani masa kehamilanya di jalanan bersama sang kekasihnya. Selama kurang lebih dua bulan lamanya, AU dan CT selalu berdua menghabiskan waktu bersama seharian di jalanan. Kota demi kota mereka lalui bersama, hari demi hari mereka lewati tanpa naungan tempat tinggal.

Jika siang, CT akan mengamen bersama temanya mencari rupiah. Hasil ngamen yang didapat kemudian digunakan untuk mencukupi kebutuhan perut mereka berdua. Meski di jalan, CT mengaku memperlakukan AU dengan baik.

Tapi, sekali pernah suatu ketika, AU bercerita bahwa dirinya merasa ngidam pengen makan durian, tetapi apa daya keinginan itu tidak tersampai lantaran kondisi keuangan mereka yang tidak memungkinkan.

Lah dia (AU) njajannya aja banyak banget,” kata CT disambut cubitan mesra AU.

Atas perbuatanya itu, CT mengaku akan bertanggung jawab penuh kepada AU. Ia berencana akan mencari pekerjaan demi keperluan persalinan AU. Jika harus menikah, ia sama sekali tidak keberatan, semua itu akan ia lakukan.

Diketahui sebelumnya, sebanyak tiga anak jalanan atau anak punk dan satu orang penyandang gangguan jiwa terjaring dalam razia yang digelar oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Senin (17/9) siang. Saat diamankan, mereka kedapatan sedang melakukan aktivitas meresahkan masyarakat di sejumlah titik. Tiga Anak remaja itu ialah AU, CT, dan MF. Sementara satu penyandang gangguan jiwa belum diketahui pasti identitasnya.