Ratusan Warga Pesisir Selatan Ikuti Simulasi Bencana Tsunami
Peristiwa

Ratusan Warga Pesisir Selatan Ikuti Simulasi Bencana Tsunami

Grabag,(purworejo.sorot.co)--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo menggelar simulasi bencana gempa bumi dan tsunami, Rabu (26/09). Kegiatan melibatkan sejumlah pihak antara lain Kodim 0708, Polres, Tim SAR, FKPPI, Dinas Kesehatan, relawan dan masyarakat.

Kegiatan kali ini dilaksanakan di Kecamatan Ngombol dan Grabag dengan diikuti oleh 500 warga dari tiga Desa yakni Nambangan, Kertojayan dan Kaburuan.

Kasi Kedaruratan Lapangan BPBD Purworejo Sigit Ahmat Basuki mengatakan, wilayah Kabupaten Purworejo merupakan kawasan rawan bencana karena secara geografisi memiliki perbukitan dan berbatasan dengan laut. Simulasi bencana dilakukan bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat.

Kegiatan ini difokuskan kepada evakuasi mandiri yang artinya pada saat terjadi bencana warga tidak akan mungkin ada penolong yang bisa masuk ke desanya. Selaku yang bertanggung jawab penanggulangan bencana, kami juga melatih kesiapsiagaan masyarakat melakukan evakuasi secara mandiri,” katanya, Kamis (27/09/2018).

Ahmad basuki mengungkapkan, dalam simulasi kali ini peringatan terjadinya gempa bumi berasal dari BMKG Jakarta yang menginformasikan kepada BPBD Purworejo telah terjadi gempa berkekuatan 7,7 SR. Selanjutnya, BPBD menyebarluaskan informasi tersebut ke masyarakat. Masyarakat yang menerima informasi adanya potensi tsunami kemudian menyelamatkan diri ke tempat-tempat evakuasi yang telah ditentukan. 

Kasdim 0708 Purworejo Mayor Sulistyono, mengatakan, kegiatan simulasi bermanfaat bagi warga karena akan memberikan pengetahuan terkait langkah dan tindakan yang diambil ketika terjadi bencana yang sesungguhnya. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa jika terjadi sebuah bencana alam.

Sementara itu, Camat Grabag Jaenudi mengungkapkan, sebagian warga di wilayahnya berada di kawasan pesisir selatan yang berbatasan langsung dengan laut. Sehingga, warga perlu diedukasi mengenai tata cara evakuasi maupun penanggulangan ketika terjadi bencana tsunami.