Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa, Kades Ketangi Bakal Diberhentikan
Hukum & Kriminal

Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa, Kades Ketangi Bakal Diberhentikan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Ambyah Panggung Sutanto bakal diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Kepala Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi. Hal itu menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Penyidik Unit Tipikor Polres Purworejo beberapa waktu lalu.

Ambyah diketahui terjerat kasus dugaan tindak korupsi Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Pajak Daerah Pajak Retribusi Daerah (PDRD), Bantuan Gubernur (Bangub), dan Bantuan Bupati Purworejo yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 522 juta.

Pertama diberhentikan sementara. Nanti kalau sudah ada kekuatan hukum tetap kami lakukan tindakan selanjutnya,” ujar Sekda Purworejo, Said Romadhon saat dikonfirmasi Kamis (27/9/2018).

Sementara itu, Camat Purwodadi, Hery Raharjo mengatakan, pihaknya telah mengajukan nota dinas kepada Bupati terkait beberapa langkah yang perlu ditempuh menindaklanjuti kasus Kades Ketangi. Setelah nota dinas dari Bupati turun maka akan menjadi pegangan untuk melangkah lebih lanjut, disesuaikan dengan Perda yang ada. 

Sudah kami layangkan kemarin (Senin, 24/9). Harapannya ada tanggapan sesegera mungkin, karena itu proses untuk pengajuan pemberhentian sekaligus pengajuan untuk Pj (palaksana jabatan), itu nanti kan kewenangannya ada di Bupati,” katanya.

Menengani pemberhentian sementara, Hery mengatakan, saat ini belum dilakukan karena memerlukan proses, termasuk menunggu nota dinas Bupati. Adapun Perda yang mengatur tentang itu yakni Perda Nomor 12 Tahun 2018 tentang pencalonan, pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian kepala desa.

Hery menambahkan, sejauh ini pelayanan kepada masyarakat di Desa Ketangi tetap berjalan. Ada beberapa pelayanan yang bisa diselenggarakan oleh sekdes atau plt sekdes, di luar urusan yang strategis seperti keuangan dan mutasi tanah.

Kalau surat menyurat, pengantar, dan sebagainya bisa diselenggarakan oleh sekdes. Jadi pelayanan masih tetap bisa berjalan, hampir tidak ada pengaruhnya,” imbuhnya.