DPRD Minta Pemkab Tunda Rencana Pemindahan Kantor KPU
Pemerintahan

DPRD Minta Pemkab Tunda Rencana Pemindahan Kantor KPU

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Anggota DPRD Kabupaten Purworejo mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membatalkan rencana pemindahan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo dalam waktu dekat ini. Hal itu menyusul adanya hajat besar KPU dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Sikap DPRD tersebut mengemuka saat Komisioner KPU Purworejo melakukan audiensi dengan Pimpinan DPRD Kabupaten Purworejo, Senin (1/10) kemarin. Audiensi tersebut dilakukan sebagai respon terhadap adanya wacana pemindahan gedung KPU Purworejo oleh Pemkab.

Dalam audiensi tersebut tampak hadir sejumlah komisioner KPU, Purnomosidi, Suwardiyo, Akmalia serta Widya Astuti. Sementara kehadiran mereka diterima oleh Ketua DPRD, Sekretaris Komisi A, Ketua Komisi B serta sejumlah pimpinan fraksi.

Sekretaris Komisi A, Thoha Mahasin membenarkan jika audiensi tersebut terkait keresahan KPU dengan adanya wacana pemindahan gedung. Padahal, saat ini KPU tengah menangani tahapan Pemilu 2019 yang cukup krusial.

Jika wacana tersebut benar, tentu ada kekhawatiran akan mengganggu tahapan pelaksanaan Pemilu 2019. Tentu hal itu tidak kita inginkan karena berpotensi menghambat proses pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Purworejo,” kata Thoha.

Lebih lanjut dikatakan, dalam pertemuan tersebut semua unsur pimpinan baik pimpinan DPRD, fraksi maupun komisi sepakat agar gedung KPU tidak dipindah dahulu minimal hingga tahapan Pemilu selesai. 

Paling tidak hingga Agustus 2019 nanti setelah tahapan selesai. Karena amanat undang-undang jelas, Pemerintah Daerah berkewajiban memfasilitasi penyelenggaran Pemilu,” tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, menurut Thoha, DPRD akan segera mengirimkan surat rekomendasi kepada Pemerintah Daerah agar tidak gegabah memindahkan KPU saat tahapan krusial pelaksanaan Pemilu 2019 masih berlangsung. Pasalnya, hal tersebut tentunya akan mengganggu konsentrasi KPU.

Bahkan kami juga akan meminta kepada Pemda agar segera menginventarisir aset tanah untuk dapat dipergunakan oleh penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu. Karena keduanya adalah lembaga permanen penyelenggara Pemilu,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU, Suwardiyo saat dimintai konfirmasi enggan berkomentar banyak. Menurutnya, audiensi tersebut dilakukan justru terkait tahapan Pemilu 2019 yang saat ini sedang berjalan. Sementara terkait pemindahan gedung tidak dibahas secara detail.

Namun demikian, ia mengaku wacana pemindahan itu memang ada. Bahkan pihaknya pernah diundang rapat di Asisten 1 terkait wacana pemindahan gedung tersebut. Dalam rapat tersebut salah satu pembahasannya adalah pemindahan KPU ke gedung eks perijinan.

Namun sampai saat ini kami belum mendapatkan surat resmi dari Bupati. Jadi masih baru sebatas wacana. Sehingga saya belum bisa cerita banyak soal hal itu,” tandasnya.