Perusahaan Otobus Ini Lelang Satu Armada untuk Korban Gempa Palu Donggala
Sosial

Perusahaan Otobus Ini Lelang Satu Armada untuk Korban Gempa Palu Donggala

Kutoarjo,(purworejo.sorot.co)--Bantuan untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah dari berbagai daerah terus dilakukan. Seperti Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam Kutoarjo yang melelang satu armada busnya untuk disumbangkan kepada para korban gempa. Dalam lelang terbuka dilaksanakan hingga 15 Oktober 2018, dibuka dengan nilai penawaran minimal Rp 1.

Direktur PT Sumber Alam Ekspres Anthony Steven Hambali mengatakan, diselenggarakannya lelang tersebut karena melihat besarnya dampak bencana bagi masyarakat yang ada di Palu dan Donggala. Mengingat banyaknya armada bus yang dimiliki,sehingga pihak perusahaan memutuskan untuk melelang satu armada untuk disumbangkan ke korban gempa.

"Nantinya kalau sudah terlelang seluruh hasilnya akan disumbangkan lewat lembaga penyalur bantuan yang kredibel," katanya, Sabtu (06/10/2018).

Dijelaskan, Bus yang dilelang merupakan jenis medium AC dengan 35 kursi. Bus bermesin diesel Dongfeng dan dibuat tahun 2007 oleh perusahaan karoseri Laksana. Bus dengan berat kosong kurang lebih 7.400 kilogram itu dalam kondisi laik jalan. 

"Untuk harga pasaran bus tersebut diperkirakan di atas Rp 50 juta. Harapan kami bisa tembus terjual hingga Rp 100 juta, sehingga semakin banyak yang bisa disalurkan dan bisa membantu saudara kita yang sedang membutuhkan," ungkapnya.

Uniknya, untuk lelang dilaksanakan terbuka untuk masyarakat seluruh Indonesia. Bahkan masyarakat, juga dapat mengajukan penawaran lewat akun media sosial Facebook, Instagram dan Youtube milik perusahaan.

"Monggo lelang di medsos, penawar tertinggi pada hari terakhirlah yang mendapatkan. Kalau pemenang gagal bayar, maka diserahkan kepada penawar di bawahnya," tuturnya.

Sementara, selain lelang bus, penggalangan bantuan juga akan dilakukan perusahaan dengan membuka kotak amal donasi. Hal tersebut dilakukan guna untuk menggugah kesadaran masyarakat, terutama para penumpang Sumber Alam sebagai bentuk kepedulian untuk korban bencana alam.