Tunjang Kemampuan IT dan Administrasi Keuangan, 30 Perangkat Desa Kuliah Lagi
Pendidikan

Tunjang Kemampuan IT dan Administrasi Keuangan, 30 Perangkat Desa Kuliah Lagi

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Guna menunjang kemampuan tata kelola pemerintahan desa dibidang IT dan administrasi keuangan, sebanyak 30 perangkat desa di Kecamatan Kutoarjo, Butuh, Kemiri dan Kaligesing mendapat kesempatan mengenyam bangku kuliah di Politeknik Sawunggalih Aji (Polsa) Kutoarjo.

Kepala Bidang Akademik Polsa, Makmur Taufik menjelaskan bahwa kelas khusus perangkat desa diselenggarakan untuk menjawab keresahan yang sering diutarakan pengelola pemerintahan desa, khususnya di bidang komputer dan keuangan.

"Selama ini kami melakukan pendampingan di desa, ternyata banyak perangkat terkendala dalam pengelolaan komputer, administrasi, seperti penyusunan laporan keuangan desa. Polsa kerjasama dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kutoarjo," katanya, Rabu (10/10/2018) siang.

Melihat kondisi itu, kata Taufik, Polsa Kutoarjo membuat terobosan dengan menyiapkan subsidi biaya kuliah untuk 30 perangkat desa. Pemerintahan sejumlah desa di Kutoarjo, Bruno, Kemiri, Grabag dan Bayan merespons dengan mendaftarkan perangkat dan kepala desa. Bahkan perangkat desa dari Kecamatan Bonorowo Kebumen ada yang jadi mahasiswa. 

Ke-30 perangkat desa ini memiliki status yang sama dengan mahasiswa reguler. Mereka memiliki nomor induk dan menjalani kuliah 115 SKS selama tiga tahun masa studi. Mata kuliah yang diajarkan juga sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

"Tetap disesuaikan dengan aturan Dikti hanya rencana pembelajaran disesuaikan kebutuhan desa. Kelak mereka lulus memiliki gelar Ahli Madya Akuntansi (Amd Ak)," terangnya.

Direktur Polsa, Sapta Aji Srimargiutomo SKom MM mengemukakan, kelas perangkat menjadi misi kampus meningkatkan kualitas SDM di desa. Pihak Polsa berencana membuka kelas baru dan memperluas jangkauan penerimaan pada semester berikutnya.

Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Korcam Kutoarjo Sumardi menuturkan, perangkat semangat ikut kelas karena ingin meningkatkan kualitas. Pengetahuan tentang pengelolaan keuangan desa, lanjutnya, mutlak dipahami perangkat dan kepala desa. Pelaporan keuangan desa memiliki aturan yang ketat dan dibatasi waktu.

"Keterbatasan kualitas SDM membuat kinerja kurang cepat, akhirnya pelaporan terlambat. Padahal laporan keuangan desa harus cepat, tepat dan benar," tegasnya.