Tingkatkan Kualitas Beras, Resi Gudang Uji Coba Mesin Giling Gabah Berteknologi Modern
Ekonomi

Tingkatkan Kualitas Beras, Resi Gudang Uji Coba Mesin Giling Gabah Berteknologi Modern

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sistem Resi Gudang (SRG) yang berada di Kecamatan Kutoarjo kini sudah dilengkapi dengan peralatan modern berupa Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan gabah integrasi. Adanya mesin berteknologi modern itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas beras sehingga dapat menarik minat petani untuk memanfaatkan resi gudang.

Sebelum RMU difungsikan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Purworejo melakukan uji coba bersama pihak produsen PT Cimoni Sidoarjo, Senin (29/10). Uji coba disaksikan oleh sejumlah dosen dari Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogjakarta serta para petani. Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Gandi Budi Supriyanto, menyebut, RMU merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan RI. Selain mesin itu, pihaknya juga menerima bantuan 1 unit armada truk.

Kami sebagai calon penerima tidak ingin mesin ini nantinya mangkrak, maka hari ini kita uji coba,” ujarnya, Selasa (30/10/2018) siang.

Dirinya menjelaskan dalam uji coba perdana RMU, pihaknya menggunakan sampel 500 Kg gabah jenis IR 64 milik salah satu petani asal Desa Kedung Agung Kecamatan Butuh. Sebanyak 250 Kg merupakan gabah hasil panen musim kemarau dan 250 Kg lainnya merupakan gabah hasil panen musim penghujan. 

Menurut Gandi, RMU memiliki banyak keunggulan dibandingkan mesin penggilingan biasa. RMU Cimoni merupakan teknologi terbaru mesin penggilingan gabah terintegrasi dan pengoperasiannya tergolong tidak sulit. Selain dapat menghasilkan beras berkualitas premium, mesin itu juga dapat mengupas gabah dalam jumlah besar, dengan kapasitas mencapai 2 ton/jam.

Dengan kemampuan produksi yang tinggi, beras yang dihasilkan lebih berkualitas dengan rendemen mencapai 65 persen. Tergantung tingkat kekeringan gabah. Ini produk dalam negeri. Bisa memproses gabah ke beras atau beras ke beras. Ini juga dilengkapi dengan pemutih beras,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, mengacu Permendagri 19/2016, pemerintah tidak akan melakukan bisnistetapi melakukan kemitraaan. Pengelolaannya akan include dari gudang yang lain, sehingga pengelola diharapkan mampu mempergunakan alat RMU. Dengan harapan mampu menampung petani dalam jumlah besar.

Pengelolaannya akan dilakukan oleh pihak ketiga dan tidak menutup kemungkinan melibatkan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Purworejo. Pemilihan mitra akan dilakukan dalam waktu dekat mengingat gedung tempat peletakan RMU yang digarap oleh CV Cendana, saat ini hampir rampung pembangunannya. ,” katanya.

Sementara itu, salah satu petani Dadi yang hasil panenya dijadikan ujicoba, menyambut baik dengan adanya mesin tersebut. Dirinya berharap kedepan RMU di resi gudang dapat melayani petani secara optimal. Ia ingin beras produksi Purworejo yang berkualitas baik dapat diakui di rumah sendiri.

Kita lihat selama ini orang lebih memilih menggunakan beras luar daerah, padahal kemungkinan itu juga berasal dari Purworejo yang dilabeli saja,” tandasnya.