Pemerintah Dorong Sinergi Antara UMKM dan Toko Modern Berjejaring
Ekonomi

Pemerintah Dorong Sinergi Antara UMKM dan Toko Modern Berjejaring

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Purworejo (Dinas KUKMP) mendorong kerjasama antara toko modern berjejaring Alfamart dan pelaku produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam jaringan pemasaran dan penjualan.

Kita terus melakukan pemberdayaan UMKM yang ada agar berkiprah di era modern ini bekerjasama dengan ritel, seperti Alfamart,” ungkap Kepala Dinas KUKMP Gandi Budi Supriyanto saat membuka kegiatan pelatihan manajemen ritel modern yang digelar Alfamart di Plaza Hotel Purworejo, Rabu (31/10/2018) siang.

Dijelaskan, pihaknya telah mempersiapkan para pelaku UMKM dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan pembinaan secara simultan. Direncanakan produk-produk UMKM bakal mengisi gerai-gerai toko modern di awal semester pertama tahun 2019. 

Paling lambat akhir tahun untuk masa percobaan sudah masuk pasar modern,” ujarnya.

Dengan berbagai pelatihan dan pemberdayaan yang dilakukan, Gandi berharap para pelaku UMKM mampu berdaya saing dan bersinergi dengan toko modern.

Seperti pelatihan hari ini, kita kerjasama dengan Alfamart memberikan pelatihan kepada para pedagang kelontong,” katanya.

Sementara itu, Branch Manager Alfamart, Anang Sani Setiawan mengungkapkan, pelatihan manajemen ritel ini merupakan salah satu Corporate Social Responsibility yang dijalankan Alfamart sebagai bentuk dorongan pada usaha ritel tradisional. Saat ini tidak sedikit pelaku UMKM yang tidak berkembang, bahkan merugi karena pengelolaan yang tidak baik.

Salah satu contoh penyebab kerugian yakni karena tidak ada pencatatan dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikonsumsi sendiri,” tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut para peserta memperoleh materi terkait dengan manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati serta pelayanan kepada konsumen.

Menurut Anang, mayoritas para pedagang telah menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip manajemen ritel modern, namun tidak mengetahui mengapa hal tersebut harus dilakukan. Contohnya dalam hal menata atau mendisplay barang dagangan.

Mayoritas pemilik warung tak menerapkan prinsip penanggalan kadaluwarsa produk atau yang dikenal dengan first in first out dan tidak memisahkan antara produk makanan dan bukan makanan.

Padahal penataan barang dengan mengacu pada penanggalan kadaluwarsa dapat membantu kita memastikan produk layak jual. Selain itu, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat habis, agar jangan terjadi lost sales atau kehilangan potensi penjualan, dan jaga kebersihan,” jelas Anang.