Musim Penghujan, Sebelas Kecamatan Masuk Zona Rawan Longor dan Banjir
Peristiwa

Musim Penghujan, Sebelas Kecamatan Masuk Zona Rawan Longor dan Banjir

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sutrisno mengatakan, memasuki musim penghujan sejumah wilayah di Purworejo berpotensi terjadi bencana alam longsor dan banjir. Ia meminta warga masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang mengancam.

Menurutnya, letak geografis Purworejo yang terdiri dari dataran tinggi dan dataran rendah mengakibatkan sebagian besar wilayah Purworejo masuk dalam kawasan rawan bencana terutama ketika musim penghujan. Sebanyakl 6 kecamatan di Purworejo yaitu Kecamatan Bruno, Kaligesing, Bagelen, Bener, Loano dan Pituruh masuk zona rawan longsor. Sedangkan Kecamatan Butuh, Grabag, Purwodadi, Bayan, Ngombol dan Banyuurip termasuk dalam wilayah rawan banjir.

"Ada 11 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana. Kami meminta masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaaanya dan segera melaporkan jika terjadi suatu gejala alam yang berpotensi menyebabkan bencana," terangnya, Selasa (06/11).

Guna menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD telah melakukan beberapa persiapan termasuk peralatan sesuai dengan kerawanan wilayah. Untuk wilayah yang rawan banjir, BPBD telah membuat satuan tugas (Satgas) kebencanaan di setiap desa. satgas yang dibentuk berkewajiban mengontrol dan memastikan secara berjenjang segala potensi bencana di wilayahnya. Sehingga jika nantinya ada peningkatan debit maupun ketinggian air dapat segera dilakukan langkah-langkah antisipasi. 

"Ada 4 sungai yang menjadi perhatian kami yaitu Sungai Bogowonto, Sungai Jali, Sungai Dulang, dan Sungai Butuh,” ucap dia.

Sementara untuk kawasan rawan longsor, pihaknya melakukan pemasangan alat pendeteksi gempa. Jika nantinya ada getaran maupun pergerakan tanah yang dirasa janggal, dapat segera dilakukan penanganan lebih lanjut termasuk evakuasi warga.

Pada beberapa pekan lalu ada retakan di dua desa di Kecamatan Bruno yaitu Puspo dan Brunosari, kami sudah menyarankan jika terjadi hujan lebat untuk mengungsi. Personel dan peralatan seperti gergaji mesin dan diesel sudah disiapkan 24 jam. Untuk tahun ini ada penambahan jumlah gergaji mesin sejumlah 8 buah,” katanya.

Koordinasi dengan beberapa pihak mulai dari TNI, Polri dan Dinas terkait sudah dilakukan sekitar satu bulan yang lalu. Selain itu, juga kepada kepala desa di seluruh kecamatan yang masuk dalam zona rawan menjadi langkah awal BPBD. Karena kewaspadaan terhadap bencana baik banjir maupun longsor harus menjadi perhatian bersama.

"Alam sulit diprediksi, seringkali kita fokus di daerah tertentu, akan tetapi bencana muncul di daerah lain dan sebaliknya. Yang paling penting adalah antisipasi jangan sampai jatuh korban," tandasnya.