Lestarikan Budaya Adiluhung, Setiap Kamis PNS Wajib Berbahasa Jawa
Pemerintahan

Lestarikan Budaya Adiluhung, Setiap Kamis PNS Wajib Berbahasa Jawa

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Purworejo menerapkan penggunaan bahasa Jawa bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Organisasi Perangkat Daerah OPD) dalam komunikasi kedinasan setiap hari Kamis. Pemberlakuan tersebut merupakan terusan dari amanat Gubernur Jawa Tengah tentang penggunaan bahasa lisan di lingkungan Pemprov Jateng dan kabupaten/kota se-Jateng.

Penerapan bahasa Jawa mulai dilakukan ketika apel pagi dihalaman Setda, Kamis (6/12/2018). Pantauan dilapangan PNS mengikuti kegiatan upacara dengan menggunakan bahasa Jawa.

Sekda Purworejo, Said Romadhon mengungkapkan, penggunaan bahasa Jawa menjadi upaya pemerintah melestarikan budaya dan bahasa Jawa. Bahasa tersebut ditekankan untuk menyelaraskan fungsi dan internalisasi bahasa dalam kehidupan bermasyarakat.

Mulai hari ini dan hari-hari Kamis selanjutnya bahasa Jawa menjadi bahasa yang akan digunakan untuk kegiatan kedinasan,” ungkapnya saat dikonfirmasi,

Meski demikian, rapat-rapat yang dilakukan pada hari Kamis bisa lebih fleksibel, yakni menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Hal itu mengingat tidak semua PNS mahir bertutur bahasa Jawa. Terlebih mereka yang berasal dari luar daerah Jawa. 

Tetap melihat situasi, karena tidak semua PNS mahir berbahasa Jawa, banyak yang dari luar daerah. Beberapa OPD sudah menjalankanya, sebisanya dulu,” ujarnya.

Bahasa Jawa itukan ada tiga tingkatan, yang kita gunakan itu bahasa Jawa madya, belum kromo inggil,” imbuhnya.

Sekda menambahkan, penggunaan bahasa Jawa juga dilakukan untuk mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral, dan spiritual yang terkandung dalam budaya Jawa. Di samping itu, menggunakan bahasa Jawa juga dapat menjadi wahana untuk pembangunan karakter.

Kalau di provinsi setiap tanggal 15 juga diharuskan menggunakan busana adat Jawa masing-masing, kita belum, kita lakukan itu (busana adat) setiap peringatan hari jadi,” imbuhnya.

Diterapkanya bahasa Jawa sebagai bahasa kedinasan diharapkan membuat bahasa Jawa tidak lagi asing di telinga. Selain itu diharapkan generasi muda tetap memiliki jati diri Jawa yang sarat dengan nilai-nilai estetika, moral, dan spiritual di tengah pengaruh era modernisasi.