Molor Satu Hari, Rekanan Proyek RS Tipe C Didenda Puluhan Juta Rupiah
Pemerintahan

Molor Satu Hari, Rekanan Proyek RS Tipe C Didenda Puluhan Juta Rupiah

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--PT Hutama Karya (HK) selaku penyedia jasa konstruksi pelaksana proyek pembangunan tahap 1 Rumah Sakit (RS) Tipe C di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Boro Kulon, Kecamatan Banyuurip diganjar sanksi denda. Sanksi dijatuhkan lantaran rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang dijadwalkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo, Suranto mengungkapkan pekerjaan proyek dengan waktu pelaksanaan 265 sedianya harus selesai pada 26 Desember 2018. Namun, pada tanggal tersebut PT HK belum mampu menyelesaikan pekerjaan.

Pekerjaan akhirnya selesai tanggal 27 Desember 2018, karena ada sebagian scaffolding atau perancang di sisi barat yang belum dilepas dan menggangu pekerjaan penataan landscape untuk cor beton, jadi terlambat satu hari,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Jumat (4/1).

Atas keterlambatan itu, pihak kontraktor dikenai denda 1 permil dari nilai kontrak kali 1 hari, yakni sebesar Rp 86.092.015. Penentuan nilai denda berdasarkan Perpres Nomor 16 tahun 2018 pasal 79 ayat 4 dan 5. 

Biaya pembangunan RS Tipe C tahap 1 itu dibebankan pada DPA DPUPR Kabupaten Purworejo tahun anggaran 2018 dengan nilai kontrak tahap 1 (include PPN) Rp94.701.216.000.

Suranto menjelaskan, pembangunan RS tipe dilakukan dalam 2 tahap. Tahap 1 pengerjaan difokuskan pada struktur bangunan berkisar 68 persen dari total target dan sisanya antara lain meliputi mekanikal elektrikal akan dilanjutkan pada tahap 2 mulai Januari 2019.

Jadi untuk pengerjaan struktur di area rumah sakit sekarang sudah selesai seratus persen. Untuk tahap kedua nanti kita selesaikan semua, seperti mekanikal elektrikal, kelistrikan. Fasilitas akan kita lengkapi sesuai ketentuan Permenkes, sehingga saat kita serahkan kepada Dinas Kesehatan nanti mereka tinggal memasukkan alat kesehatan dan siap operasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suranto mengungkapkan pada pelaksanaan tahap 1 pihaknya sudah melakukan pendampingan secara maksimal. Rapat koordinasi internal proyek juga dilakukan setiap pekan.

Kami lakukan rakor dengan direksi tiap pekan serta paparan dengan TPKAD dan kepolisian. Jadi harapan kami selain tepat waktu, mutu, tapi juga tepat anggaran. Kami tekankan mutu atau kualaitas harus sama dengan dokumen kontrak,” ungkapnya.