Belum Lunasi Pembelian Tanah, Warga Bapangsari Tuntut PT SBP Hentikan Penambangan
Peristiwa

Belum Lunasi Pembelian Tanah, Warga Bapangsari Tuntut PT SBP Hentikan Penambangan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Sejumlah warga Dusun Sudimoro, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, menuntut PT Sekawan Bayu Perkasa (SBP) menghentikan proses penambangan batu andesit yang berada di perbukitan Lempuyangan desa setempat. Protes dilayangkan lantaran pihak PT SBP dinilai belum melunasi pembayaran tanah yang telah dibeli dari warga.

Salah satu pemilik tanah, Sariyanto (60) menyebut, PT SBP membeli 6 bidang tanah warga melalui seorang perantara bernama Agung Sunaryo. Pembayaran tanah tidak dilakukan secara lunas karena pada tanggal 27 september 2018 masing-masing pemilik tanah baru diberi uang muka dengan jumlah tidak sama.

Rata-rata DP-nya ya tidak ada 40 persen lah. Nah, sejak saat itu kita dijanjikan mau dilunasi, tapi mundur-mundur terus. Terakhir janji mau dilunasi tanggal 10 januari 2019,” ujar Sariyanto, Senin (7/1/2019).

Ia menjelaskan, masing-masing tanah yang dibeli yakni atas nama Sumilah sekitar 5.500 meter persegi, Sutrisman sekitar 10.050 meter persegi, Hartono sekitar 10.815 meter persegi yang dimiliki 3 orang (Tri Rahayu, Suroso, dan Rahmat Widodo), Akhmad Kolil sekitar 1.000 meter persegi, Sariyanto sekitar 14.080 meter persegi, dan Sarminah sekitar 5.928 meter persegi. 

Totalnya sekitar 47.373 meter, tapi untuk tepatnya bisa dilihat di sertifikat. dulu dibeli oleh pak Agung Sunaryo, itu katanya orang Bantul, dengan harga Rp 100 ribu per meter,” sebutnya.

Pada saat pembayaran uang muka, lanjut Sariyanto, dilakukan kesepakatan antara lain tanah tidak boleh ditambang jika belum lunas. Namun, pihak pembeli mengingkari dan tetap melakukan penambangan di sebagian bidang tanah.

Warga yang kesal dengan sikap PT SBP sempat melakukan demonstrasi pada 20 desember 2018 dan disepakati PT SBP akan segera pelunasan dan menghentikan proses penambangan. Kesepakatan tersebut ditandatangani di atas meterai oleh bambang jatmiko selaku perwakilan PT SBP. Namun setelah 20 Desember PT SBP masih melakukan penambagan hingga 4 Januari 2019.

Warga pun kembali melancarkan aksi protes di lokasi tambang pada Sabtu (5/1/) kemarin. Mereka membentangkan poster bertuliskan larangan penambangan sebelum pembayaran tanah warga dilunasi. Warga juga menuntut ganti rugi atas tanah yang telah ditambang. Warga mengancam akan melakukan aksi yang lebihbesar jika pihak penambang tidak segera melunasi pembayaran tanah mereka.

Sementara itu, aktivitas penambangan tersebut juga telah merugikan warga karena menyebabkan kebisingan dan warga tak mendapatkan perhatian. Kepala Dusun Kalimaro, Jumari membenarkan hal itu. Warganya yang berada tidak jauh dari lokasi sering terganggu bising suara mesin, tetapi tidak pernah mendapat kompensasi.

Suara alat-alat berat itu kan bising sekali dan terdengar sangat jelas. kadang-kadang sampai malam masih beroperasi,” ujarnya.

Bambang Jatmiko salah satu perwakilan SBP mengakui adanya penambangan di sebagian bidang tanah warga. Namun, hal itu dilakukan karena pihaknya belum mengetahui secara persis batas tanah miliknya dengan milik warga karena Agung Sunaryo selaku perantara tidak pernah menunjukkan batas. Penambangan terpaksa dilakukan karena PT SBP mendapat target dari PT Angkasa Pura untuk menyuplai material pembangunan bandara NYIA.

Atas keluhan warga, Bambang mengaku siap memberikan ganti rugi kepada warga. Sedangkan terkait pembayaran tanah, pihaknya juga menyatakan siap untuk melakukan pelunasan segera mungkin. Bambang justru mengaku terbantu dengan kedatangan warga ke kantornya, karena selama ini pihak perantara terkesan tidak kooperatif dalam proses jual beli tanah tersebut.