Putus Kontrak, Pemerintah Pastikan Proyek Plaza Jatimalang Tak Telan Kerugian Negara
Pemerintahan

Putus Kontrak, Pemerintah Pastikan Proyek Plaza Jatimalang Tak Telan Kerugian Negara

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud), Agung Wibowo memastikan tidak ada kerugian negara dalam proyek pembangunan Palza Jatimalang Kecamatan Purwodadi. Proyek tersebut mengalami putus kontrak menyusul pihak rekanan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditentukan.

Agung menepis anggapan masyarakat yang beredar bahwa proyek tersebut gagal. Ia menjelaskan, pembangunan kawasan pantai Jatimalang akan dilakukan multiyears contract. Pembangunan akan diselesaikan hingga tahun 2020 mendatang, meliputi berbagai penyempurnaan landskape, taman, sarana prasarana termasuk pembangunan selter kuliner.

Agung menilai langkah pemutusankontrak yang diambil telah sesuai dengan regulasi yang ada. Bahwa pihak rekanan, PT Tesa Mulsoko Perkasa (TMP) tak kuasa merampungkan pekerjaan sesuai target yang dijadwalkan meski telah diberikan tambahan waktu selama 6 hari kerja. Pihaknya juga telah memberikan surat teguran kepada PT TMP.

Prinsipnya proyek (Plaza Jatimalang) secara fungsi seperti itu adanya, bukan proyek gagal ya. Pembangunan tidak mengurangi fungsi dan asas kemanfaatanya sudah ada. Saya pastikan tidak ada kerugian negara,” ungkapnya saat dimintai keterangan, di kantornya Jalan Jendral Sudirman No 2 Purworejo, Senin (7/1/2019).

Hingga tenggat waktu yang diberikan pada 25 Desember 2018, kata Agung, PT TMP memiliki progres yang bagus. Sehingga ketika rekanan meminta tambahan waktu, pihaknya percaya bahwa proyek tersebut dapat diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2019. 

Kendalanya cuaca, karena dua hari sebelum hari terahir hujan deras yang cukup lama, padahal pengerjaan membutuhkan listrik meliputi las atau lis ACP (Aluminium Composite Panel–red) di gerbang, jadi tidak memungkinkan melakukan pengelasan. Kalau yang Plaza selesai,” terangnya.

Kebetulan awal pengerjaan proyek itu juga mundur 20 hari karena termakan proses relokasi pedagang, sehingga pihak pelaksana sudah kehilangan waktu,” imbuhnya.

Diketahui, proyek senilai Rp 2,6 miliar ini sedianya harus rampung tanggal 25 Desember 2018. Namun, hingga waktu yang ditentukan penyedia jasa belum bisa menyelesaikan pekerjaaanya. Hingga putus kontrak dilakukan, pekerjaan menyisakan kurang dari 2 persen.

Kita bersama tim memantau hingga pukul 22.00 pada hari terakhir (31/12/108) di Plaza, setelah kita lihat, keyakinan kami pekerjaan tidak selesai hingga pukul 00.00 maka kami mengambil langkah putus kontrak. Kekurangan pekerjaan sebanyak 1,72 persen saja,” tandasnya.