Merasa Dikecewakan, Ratusan Warga Desa Wadas Hujat Bupati dan Ancam Berbuat Anarkis
Peristiwa

Merasa Dikecewakan, Ratusan Warga Desa Wadas Hujat Bupati dan Ancam Berbuat Anarkis

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener ramai-ramai menghujat Bupati Purworejo, Agus Bastian saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Purworejo, Kamis (10/1/2019) siang. Mereka kecewa lantaran Bupati tak menemui masa aksi meski sebelumnya mereka telah berkirim surat sejak jauh-jauh hari.

"Kami telah mengirim surat sejak dua minggu yang lalu untuk beraudiensi, tapi saat ini justru Bupati pergi ke Jakarta tidak menemui kami," ungkap salah satu orator masa aksi, Fajar.

"Bupati tidak memihak rakyat, tidak mau menemui kami rakyat kecil, apakah pantas Bupati seperti itu jadi panutan. Kami akan tunggu Bupati," ungkap orator yang lain.

Pantauan di lapangan, hingga pukul 11.20 WIB ratusan masa aksi terus melanjutkan orasi usai bermujahadah bersama. Orasi diwarnai musikalisasi puisi berisi kritikan kepada penguasa. Lagu-lagu serta yel-yel terus dilantukankan dengan kompak meski panas terik menyeringai.

Puluhan spanduk dan poster bertulisan penolakan ekploitasi tanah wadas tegak dibentangkan. Diantaranya, tolak tambang di bumi Wadas. Tolak segala bentuk perusakan bumi wadas dan selamatkan bumi Wadas, serta rakyat anti penggusuran.

Salah satu warga Wadas, Waliyah mengaku kecewa dengan Bupati Purworejo yang seakan tidak berpihak kepada rakyat kecil. Bupati lebih memilih pergi dari pada menemui warga Wadas yang kini menderita akabiat rencana eksploitasi bumi Wadas.

"Kalau lagi pilihan saja menemui rakyat, tapi saat seperti ini tidak mau mendengarkan aspirasi warga. Bupati macam apa ini," ujarnya.

"Kami akan tunggu Bupati sampai pulang. Tanpa rakyat Bupati tak punya pangkat. Jentel nopo mboten niki Bupati," katanya.

Dalam kesempatan itu masa juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) menemui masa aksi. Mereka mendesak BBWSO memberikan penjelasan kepada warga terkait surat penolakan yang tidak sampai ke Gubernur Jawa Tengah.

"Banci, banci, banci. Kalau tidak keluar kami anarkis," teriak masa.

Hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi keberadaan Bupati Purworejo. Diberitakan sebelumnya, Ratusan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Purworejo, Kamis (10/2/3019). Mereka sepakat kompak serempak menolak rencana eksploitasi di bukit Wadas. Mereka menggelar long march dan mujahadah saat menggelar aksi.