Makin Mantap Tolak Penambangan Bumi Wadas, Warga Ancam Demo Lebih Besar
Peristiwa

Makin Mantap Tolak Penambangan Bumi Wadas, Warga Ancam Demo Lebih Besar

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener mengancam akan melakukan aksi demonstrasi lebih besar jika tuntutan mereka tak segera disetujui oleh pemeritah. Mereka mantap menolak rencana penambangan tanah bumi Wadas untuk keperluan pembangunan Bendung Bener.

Sebelumnya, ratusan masa aksi yang berkumpul di depan Kantor Bupati Purworejo ditemui perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak. Tuntutan warga sepenuhnya diterima dan akan disampaikan ke pimpinan dan Gubernur Jawa Tengah.

Meski demikian, berbagai penjelasan serta tawaran dari BBWS Serayu Opak tidak membuat warga bergeming dan mereka tetap teguh pendirian menolak segala bentuk eksploitasi tanah Wadas. Mereka meminta agar BBWS mencari lokasi lain selain Desa Wadas. Warga menolak karena pengerukan bukit Wadas akan berdampak buruk pada sosial dan lingkungan masyarakat.

Seberapa banyak ganti kerugiannya kami tidak butuh, mau diganti emas sebanyak apapun kami tetap tidak mau, kami hanya ingin tanah kami tidak ditambang,” ungkap Sutrisno, Ketua Gema Dewa (gerakan masyarakat Peduli Bumi Wadas), Kamis (10/1/2019).

Kuasa hukum warga, Julian Dwi Prasetya SH, mengungkapkan, alasan warga menolak juga karena proses sosialisasi yang dinilai kurang optimal. Prosss konsultasi publik, lanjutnya, juga dinilai hanya satu arah dan diisi pendataan tanah warga. Julian juga menyebut apabila warga tidak dilibatkan dalam proses Amdal. 

"Warga terdampak, tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan. Tahu-tahu mereka ingin mengambil batu di wilayahnya. Kami masih akan mempelajari, apa yang bisa kami lakukan jika surat penolakan tidak mendapat respon," terangnya.

Fajar, salah satu koordinator aksi mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu segera jawaban dari BBWS Serayu Opak. Jika dalam tempo tiga hari jawaban penolakan tidak segera diketahui, warga akan menggelak aksi demo lebih besar. Bila perlu, katanya, warga Wadas akan menyambangi Kantor BBWS Serayu Opak.

Kami tunggu tiga hari lagi, surat penolakan kami sudah dibawa oleh perwakilan BBWS yang berjanji akan membawanya ke Gubernur Ganjar Pranowo, Jika pemerintah masih ngotot melakukan pengambilan batu di wilayah desa kami, kami akan melakukan demo yang lebih besar lagi,” ancamnya.

Sementara itu, Satker Bendungan Bener BBWSO Amos Sangka mengemukakan, batuan di Bukit Wadas akan diambil untuk membangun Bendungan Bener. Rencana pengambilan material tanah dan batu di Pegunungan Wadas sudah berjalan selama 5-10 tahun yang lalu. Pekerjaan sudah sesuai dengan aturan.

Semua izin, penetapan lokasi yang mengeluarkan adalah Gubernur, katanya.

Dikatakan pula, bahwa panitia sudah beberapa kali melakukan pertemuan yang bertempat di Balai Desa Wadas, berdiskusi dan sosialisasi Amdal dan penentuan lokasi. Pihak BBWS Serayu Opak melakukan penelitian dan memproses dokumen amdal untuk rencana kuari itu.

Kualitas batu sesuai spesifikasi bendungan, jarak kuari dengan lokasi pembangunan sekitar sepuluh kilometer. Sosialisasi sering kami lakukan di Desa Wadas,” tuturnya.

Luas tanah, yang dibutuhkan akan mencapai 104 hektar terdiri atas 560 bidang tanah. Namun, tidak semua digali, separuh sebagai perkantoran dan parkir. Setelah selesai pengambilan quarry, tanah akan dirapikan kembali agar bisa ditanami lagi. Selama pembangunan warga akan diikutkan dalam proyek selama lima tahun ke depan.

Pembangunan bendungan memasuki tahapan pengukuran tanah lokasi genangan dan tapak bendung. Pembayaran lahan diperkirakan mulai April 2019. Kalau memang terus menolak, akan kita komunikasikan dengan pimpian dan kami yakin ada penyelesaian. Kami tidak bisa memutuskan sendiri, tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Purworejo, Kamis siang. Mereka sepakat kompak serempak menolak rencana penambangan di bukit Wadas. Mereka menggelar long march, tetarikal, dan mujahadah saat menggelar aksi.