Balai Pelestari Cagar Budaya Teliti Penemuan Benteng di Kawasan Tambang
Peristiwa

Balai Pelestari Cagar Budaya Teliti Penemuan Benteng di Kawasan Tambang

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Penemuan benteng yang diduga merupakan peninggalan zaman pendudukan Jepang di Indonesia mengundang perhatian khalayak ramai. Benteng yang ditemukan di lokasi penambangan batu andesit perbukitan Lempuyangan Dusun Sudimoro, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen itu, kini tengah diteliti oleh Balai Pelestari Cagar Budaya Jawa Tengah.

Kami tengah meniliti lebih jauh tentang informasi dari bangunan ini (benteng),” ungkap perwakilan BPCB Jawa Tengah, Wahyu Broto Raharjo saat meninjau lokasi keberadaan benteng Jumat (11/1).

Wahyu mengungkapkan, bangunan yang ditemukan di lokasi tambang tersebut memang berupa bangunan benteng dengan bentuk leter E. Bangunan tersebut memiliki panjang total 4,95 meter, lebar 3,29 meter dengan tinggi 218 centimeter. Benteng memiliki pondasi sedalam 25 cm, lebar pintu 70 centimeter dengan tinggi tinggi 172 centimeter. 

Dengan kualitas bangunan yang hingga kini masih cukup kokoh, Wahyu menandaskan bangunan tersebut memiliki nilai penting bagi sejarah. Ia memperkirakan benda yang masuk dalam kriteria cagar budaya itu dibuat sekitar tahun tahun 1940 dengan arsitektur bangunan ala Jepang.

Kalau yang jelas benteng ini pernah terpendam terlihat dari penampakan tanah dan akar yang ada. Walaupun, awalnya tidak terpendam dan ini masuk dalam cagar budaya,” kata Wahyu.

Ia menceritakan, pantai selatan Jawa menjadi bagian penting benteng pertahanan era pendudukan Jepang. Kawasan selatan disulap menjadi benteng pertahanan Jepang untuk mengintai Belanda yang masuk dari selatan.

Dijelaskan, kawasan perbukitan Lempuyangan juga memiliki beberapa benteng lainya yang sudah ditemukan. Nantinya area benteng akan diseterilkan, adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh BPCB Jawa Tengah akan dikaji kembali untuk mengambil kebijakan dan diserahkan kepada dinas terkait di daerah.

Untuk sementara wilayah benteng akan kami sterilkan untuk kepentingan penelitian lebih jauh lagi,” tandasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, bangunan benteng pertama kali di temukan oleh pekerja tambang PT Sekawan Bayu Perkasa (SBP) Semarang. Meski tertimbun tanah cukup lama, benteng tampak utuh lengkap dengan pintu dan sejumlah lubang pengintai di sisi-sisinya. Salah satu lubang menghadap ke arah laut selatan.