Peduli Kesehatan, Program BEM Harus Menyentuh Masyarakat
Sosial

Peduli Kesehatan, Program BEM Harus Menyentuh Masyarakat

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Organisasi kampus memiliki peran strategis dalam memajukan perguruan tinggi dan pengembangan sumber daya mahasisawa. Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan kebijakan organisasi yang tidak hanya melulu menangani urusan internal kampus, melainkan juga pihak-pihak ekstern di luar kampus.

Tidak melulu berkutat di wilayah internal kampus, gelar agen of change yang disematkan kepada mahasiswa tentu harus dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat pada umumnya. Karena itu, perlu penyeimbangan program kerja agar organisasi dapat berjalan secara optimal.

Hal itu menjadi buah pikiran dari Tri Junika Khoirunissa (19), Ketua Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Akbid Bhakti Putra Bangsa Purworejo periode tahun 2018-2019. Mahasiswa semester 3 yang akrab disapa Ika ini pun bertekad untuk mengoptimalkan peran organisasi yang dipimpinnya.

Saya ingin keberadaan BEM ini tidak hanya fokus di dalam kampus, tapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Ika, Sabtu (12/1/2019) siang.

Menurut gadis kelahiran 10 Juni 1999 ini, program kerja tidak harus muluk-muluk. Hal yang paling penting yakni sesuai dengan kemampuan organisasi serta betul-betul tepat sasaran. Dan terpenting setiap program mampu menyentuh langsung kepada masyarakat. 

Periode berorganisasi ini kan cukup singkat, jadi yang penting kita lakukan sesuai kemampuan serta bidang kita dan itu dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Ika menyebut bahwa salah satu bidang yang ditekuni mahasiswa di kampusnya yakni kesehatan. Karena itu, program dapat diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, seperti sosialisasi kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Konseling remaja juga masuk dalam list program kerjanya. Hal itu mengingat masih banyaknya kasus penyimpangan remaja yang terjadi di masyarakat. Saat ini, lanjutnya, remaja rentan terjerumus dalam pergaulan menyimpang, diperlukan perhatian serius dalam penangananya.

Untuk konseling remaja ini sudah kita mulai dari dalam kampus dengan mengoptimalkan peran KSR,” sebutnya.

Anak pertama dari pasangan Susetyo dan SrI Rejeki yang tinggal di RT 1 RW 1 Desa Gesikan Kecamatan Kemiri ini menambahkan, tantangan menjadi pemimpin dalam sebuah wadah organisasi tidaklah ringan. Namun, Ika mengaku tak pernah menemui kendala yang berarti. Salah satu kuncinya yakni kebersamaan pengurus dan sinergitas dengan pihak terkait.

Memang untuk mengompakkan anggota itu tidak mudah, tapi saya selalu belajar dan berusaha,” imbuhnya.

Meski menjadi ketua BEM bukanlah ambisinya, Ika juga mengaku tidak pernah merasa beban mengemban amanat itu. Pasalnya, dunia organisasi tidak asing baginya saat bersekolah di SMA N 4 Purworejo. Setidaknya, ia tercatat pernah menjadi anggota KSR serta Bendahara DKR Kecamatan Kemiri.

Sekarang saya juga menjadi anggota KSR Unit Akbid. Organisasi itu menyenangkan dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.