Petani di Kawasan Pesisir Keluhkan Anjloknya Harga Komoditas Pertanian
Ekonomi

Petani di Kawasan Pesisir Keluhkan Anjloknya Harga Komoditas Pertanian

Ngombol,(purworejo.sorot.co)--Para petani di wilayah pesisir selatan mengeluhkan anjloknya harga sejumlah komoditas pertanian. Cabai menjadi salah satu komoditas yang paling parah mengalami penurunan harga.

Salah seorang petani asal Desa Wonosari Kecamatan Ngombol, Zamzuri (31) menyebut, turunnya harga hasil pertanian terjadi sejak Januari lalu. Kondisi tersebut terasa memberatkan karena bertepatan dengan masa panen. Menurutnya, tidak hanya cabai yang harganya anjlok, hasil pertanian lain seperti semangka dan melon pun sama.

Yang harganya anjlok bukan cabai saja, tapi semua hasil pertanian, semangka dan melon juga,” sebut Zamzuri, Selasa (5/2/2019) siang.

Diungkapkan, saat ini harga cabai di tingkat petani cukup rendah, hanya berkisar Rp 9.000/kilogram untuk cabai rawit. Padahal sekitar Desember lalu sempat mencapai Rp 32.000/kg. Harga mulai turun pada Januari yakni pada kisaran Rp 13.000 ke bawah dan kini Rp 9.000/kg. Menyiasati agar tidak merugi, Zamzuri pun memilih memanen cabainya sendirian tanpa menggunakan jasa buruh tani. 

Kalau mburuhke (memakai tenaga buruh tani) ya sama saja nggak untung. Kalau mburuhke petik cabai dari pagi sampai sore saja upahnya Rp75.000 per orang,” ungkapnya.

Menurutnya, petani baru dapat meraup keuntungan dengan menggunakan tenaga buruh tani, jika harga cabai minimal Rp20.000/kg. Penggunaan buruh tani dalam memanen cabai sebenarnya sangat diperlukan untuk efisiensi waktu, karena jika harus dipanen sendiri memerlukan waktu yang lama.

Zamzuri mengaku tidak mengetahui penyebab rendahnya harga cabai saat ini. Namun, untuk buah-buahan seperti melon dan semangka, ia menduga karena bersamaan dengan masa panen buah-buahan lain seperti duku, manggis, dan durian.

Saya dua minggu lalu panen semangka, harganya hanya Rp1.700/kg, kalau sekarang malah hanya Rp1.000 atau Rp1.200/kg. Padahal saat panen musim tanam sebelum ini bisa sampai Rp3.000/kg,” ujarnya.

Petani lain di Desa Wonosari, Waridi (50), juga mengungkapkan, selain harga yang rendah, pada musim ini tanaman melon juga tidak dapat berkembang baik akibat perubahan cuaca yang ekstrim, sehingga buahnya juga tidak maksimal.

Harga melon jelek, Rp3.000/kg. Musim sebelum ini bisa sampai Rp6.000/kg. Dengan harga sekarang ini ya rugi, tidak bisa mengembalikan hutang bank yang untuk modal. Paling tidak kalau harga Rp5.000/kg baru bisa untung,” ucapnya.