Stok Melimpah, Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Tradisional Anjlok
Ekonomi

Stok Melimpah, Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Tradisional Anjlok

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Memasuki awal bulan Februari 2019 harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional Kabupaten Purworejo mengalami penunuruan. Hal itu disinyalir lantaran banyaknya stock di pasaran.

Pantauan informasi perkembangan harga rata-rata kepokmas dan barang pokok penting strategis di empat besar pasar tradisional, Rabu (6/2/2019) sejumlah bahan pangan mengalami penurunan, di antaranya bawang merah, cabai rawit hijau, cabai merah kriting, dan daging sapi.

"Cabai dan bawang mengalami kenaikan karena stok di pasar saat ini melimpah. Bawang merah turun karena di daerah Brebes (penghasil bawang) sedang panen," ungkap Kasi Perdagangan Dinas Koperasi UKM Dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Sri Murwani, dikonfirmasi Rabu siang.

Bawang merah kini dijual dengan harga rata-rata Rp 19.000 per kilogram, turun Rp 3.000 dibanding pekan kemarin. Begitu pula dengan harga cabai merah kriting kini berada di kisaran Rp 14.000 per kilo, turun Rp 2.000 di beberapa pasar tradisional. Sementara harga cabai rawit hijau turun drastis di pasaran, Rp 14.000 turun Rp 9.000. 

"Harga cabai masih variatif di beberapa pasar, penurunan paling mencolok di Pasar Suronegaran Purworejo. Sementara harga daging sapi lokal ada yang tetap, turun, dan yang naik," ujarnya. Sri Murwani.

Komoditas pangan lain, lanjut Sri Murwani, seperti beras, daging sapi dan ayam, telur ayam, minyak goreng, garam harganya cenderung stabil.

"Yang lain harganya masih stabil. Tapi telur ayam dan daging sapi di Pasar Kutoarjo turun harga sedikit," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang bawang di Pasar Baledono, Muji merasakan penurunan harga bawang sejak sepekan lalu. Meski mengalami penurunan, komoditas utama ini tidak menggangu stabilitas harga dan konsumen di pasaran.

"Yang terpenting bagi pedangang asal laku saja, mau turun atau naik yang penting ada pembeli," ujarnya.

Penuruna harga komoditas cabai juga mendapat tanggapan dari petani, Zamzuri petani asal Desa Wonosari Kecamatan Ngombol. Ia menyebut turunnya harga hasil pertanian, terutama cabai, terjadi sejak Januari lalu. Kondisi tersebut terasa memberatkan karena bertepatan dengan masa panen.

"Semoga harga bisa segera stabil, agar kami (petani) tidak mengalami kerugian," ujarnya.