Marak Surat Suara Berlubang Dua Diprotes Cakades Bajangrejo
Peristiwa

Marak Surat Suara Berlubang Dua Diprotes Cakades Bajangrejo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Maraknya kertas suara rusak akibat berlubang dua atau coblos tembus di gelaran Pilkades serentak menimbulkan sejumlah masalah. Kertas suara yang memiliki dua lubang secara simetris itu dianggap rusak atau tidak sah oleh penitia pemungutan suara. Hal ini diprotes salah seorang kontestan Pilkades.

Mustiko Laut, salah satu Calon Kepala Desa Bajangrejo Kecamatan Banyuurip, merasa dirugikan betul atas kebijakan tersebut. Ia yang maju menantang dua kandidat lain terpaka harus menelan kekalahan lantaran surat suara untuk dirinya banyak yang berlubang dua secara simetris atau coblos tembus. Alhasil suarat suara tersebut dianggap tidak sah oleh pantia.

Banyak pemilih saya yang tidak sadar saat mencoblos karena kertasnya masih terlipat, sehingga tembus sampai cover yang bergambar logo kabupaten Purworejo,” katanya Rabu (6/2/2019) siang.

Dengan banyaknya surat suara yang tidak sah karena berlubang dua, dirinya akhirnya dinyatakan kalah dalam kontestasi pilkades 31 Januari yang lalu. Padahal, lanjut Mustiko, jika suara coblos tembus dihitung sah, dirinyalah yang menang. 

Mustiko menjelaskan, dari 600 pemilih yang terbagi di tiga tempat pemungutan suara (TPS), terdapat 79 kertas suara yang rusak. Tercatat surat suara rusak paling banyak di TPS 1 sebanyak 60 kertas suara atau atau 23,16 persen dari 259 pemilih, sedangkan di TPS dua ada 8 dan TPS tiga 11 suara.

Melihat fenomena tersebut Mustiko merasa janggal karena surat suara yang dinilai rusak terbanyak ada di TPS satu, dimana wilayah tersebut merupakan basis massanya. Ia menilai ada kesengajaan dari panitia yang tidak memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang tata cara pencoblosan yang benar.

"Yang terbanyak di TPS lumbung suara saya yaitu TPS satu, sementara di tempat lain kerusakan tidak sebanyak itu," ujarnya.

Mustiko mengaku telah mengumpulkan dokumentasi dari puluhan pemilihnya yang merasa melakukan kesalahan pada saat mencoblos. Selanjutnya, ia akan mengadvokoasi permasalahan ini kepada posko pengaduan pilkades kabupaten dan DPRD Purworejo. Didasari permintaan pendukungnya ia menuntut agar surat suara yang berlubang dua tetap dihitung sebagai suara sah.

Kita sudah sampaikan surat audiensi ke komisi A DPRD untuk dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Pengaduan kepada posko aduan pilkades juga sudah kami sampaikan dan masih menunggu jawaban dari sana,” katanya.

Sementara itu, dikonfirmasi, Kepala Bidang Kapasitas Kelembagaan Administrasi dan Sitem Informasi Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Purworejo, Puguh Trihatmoko mengaku telah menerima laporan dan tengah dilakukan pengkajian terhadap pengaduan dari Bajangrejo tersebut.

Dinpermades, kata Puguh, tetap merujuk pada tiga aturan yang menjadi dasar pelaksanaan pilkades. Diantaranya, Permendagri No 112 Tahun 2014, Perda Nomor 12 Tahun 2015, dan Perbup Nomor 67 Tahun 2018.

"Sedang kami kaji dan akan segera kami kirimkan jawabannya,” ujarnya.

Dirinya juga tidak mempersoalkan langkah Mustiko untuk memperjuangkan aspirasinya melalui jalur legislatif, yakni komisi A di DPRD. Menurutnya, selama hal itu sesuai jalur dan konstitusional, pihaknya tidak mempermasalahkan.