Coblos Tembus Jadi Polemik, Dewan Minta Pemkab Hati-hati Ambil Keputusan
Peristiwa

Coblos Tembus Jadi Polemik, Dewan Minta Pemkab Hati-hati Ambil Keputusan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Polemik lubang ganda simetris atau coblos tembus pada surat suara Pilkades yang marak terjadi, mendapat perhatian dari Sekretaris Komisi A DPRD Purworejo, Toha Mahasin. Ia mengingatkan kepada Pemerintah Daerah, khususnya posko Pilkades serentak 2019 untuk hati-hati dan tidak terburu-buru memvonis surat suara coblos tembus tidak sah.

"Posko pilkades di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) jangan terburu-terburu untuk menyatakan suara cblos tembus tidak sah,” kata politisi PKB ini, Kamis (7/2/2019) sore.

Menanggapi polemik coblos tembus, pihaknya terlebih dahulu akan berkomunikasi dengan semua pihak untuk mendapat keterangan. Harapanya, aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait coblos tembus ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan. Apalagi sampai berujung pada adu fisik yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, mengingat pilkades merupakan sesuatu yang sensitif. 

"Permohonan audiensi yang disampaikan kepada kami oleh calon kepala desa Bajangrejo tentang coblos tembus tentu akan kita respon sesegera mungkin," katanya.

Sementara itu, Kepala Dispermades Purworejo, Agus Ari Setiyadi saat dikonfirmasi mengungkapkan, sebagai penyelenggara pihaknya hanya melaksanakan tugas dan wewenang yang diatur dalam peraturan. Diantaranya, Permendagri No 112 Tahun 2014, Perda Nomor 12 Tahun 2015, dan Perbup Nomor 67 Tahun 2018.

"Adapun aduan dari salah satu calon kepala desa Bajangsari tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” katanya.

Sehubungan dengan himbauan yang disampaikan Toha, Ari juga mempersilakan kepada dewan, khususnya komisi A apabila hendak memanggil instansinya. Dispermades selaku eksekutor dalam pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini siap untuk mendatangi panggilan dewan guna membahas permasalahan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, seorang calon kepala desa pada pilkades di Desa Bajangrejo Kecamatan Banyuurip, Mustiko Laut menuturkan, merasa dirugikan dengan banyaknya surat suara yang dianggap tidak sah lantaran fenomena coblos tembus. Banyaknya surat suara yang tidak sah karena coblos tembus, dirinya dinyatakan kalah dalam kontestasi pilkades 31 Januari yang lalu.

"Padahal, lanjut Mustiko, jika suara coblos tembus dihitung sah, dirinyalah yang menang," ujarnya, kemarin.