Desa Diminta Turut Meramaikan Peringatan Hari Jadi ke-188 Purworejo
Peristiwa

Desa Diminta Turut Meramaikan Peringatan Hari Jadi ke-188 Purworejo

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Luhur Pambudi Mulyono meminta desa turut berpartisipasi untuk merayakan hari jadi Kabupaten Purworejo ke-188 tahun di tahun 2019. Peringatan hari jadi perdana setelah mengalami perubahan ini diharapkan bisa diselenggarakan dengan baik.

"Mari kita bersama-sama mangayubagyo memperingati hari jadi ini agar nuansa lebih semarak, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi turut meramaikan di desa-desa," katanya, Selasa (12/2/2019) siang.

Menurutnya, dengan usia yang lebih muda dibandingkan peringatan sebelumnya diharapkan mampu membawa spirit Mulyo seperti yang kerap didengungkan. Hal itu sekaligus dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi bagi masyarakat teng hari jadi yang dimiliki Purworejo. 

"Penetapan tanggal 27 Februari sebagai hari jadi kita sesuaikan dengan fakta sejarah, jadi bukan karena Belanda sentris," kata Luhur Pambudi.

Menurutnya, penentuan hari jadi itu bukan menjadi sebuah proses yang pendek. DPRD Purworejo yang memanfaatkan hak inisiatifnya untuk meninjau ulang Perda sebelumnya melibatkan banyak pihak untuk bisa mendapatkan tanggal jadi Purworejo tersebut.

"Selama ini kita dalam merayakan hari jadi didasarkan pada Prasasti Kayu Arahiwang," kata Luhur.

Padahal prasasti yang ditemukan di Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip tersebut cukup banyak di Jawa Tengah. Dia menyebut ada 47 kabupaten yang memiliki temuan serupa, namun tidak ada yang menggunakan sebagai dasar penetapan hari jadi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo mengungkapkan jika Pemkab telah menyiapkan beberapa kegiatan untuk melakukan perayaan yang pertama kalinya tersebut. Setidaknya ada 3 kegiatan utama yang telah disiapkan dan dilaksanakan di bulan Februari dan Maret ini.

Dalam puncak peringatan yakni tanggal 27 Februari malam, masyarakat akan disuguhi jumenengan RAA Cokronegoro I sebagai Bupati Purworejo pertama. Sendratari jumenengan yang turut menyertai dalam kegiatan sebelumnya juga tetap diikutkan.

"Rencananya kegiatan ini akan kita pindah dari pendopo ke Jalan Setyabudi, agar masyarakat lebih leluasa menikmati sajian tersebut," kata Agung.

Dalam beberapa kesempatan, penyelenggaraan memang lebih banyak berada di dalam, baik di pendopo maupun halaman rumah dinas bupati. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi padahal halaman rumah dinas sendiri cukup terbatas.

Dua agenda lain adalah parade budaya yang akan menurunkan grup marching band dari Akmil Magelang pada tanggal 2 Maret. Dalam perhelatan ini akan dimeriahkan dengan parade kereta kencana, yang antara lain akan menurunkan kereta kencana yang ada di pendopo serta meminjam dari Jogjakarta.

"Seluruh kepala OPD akan terlibat, kepala dinas akan naik dokar, camat menunggang kuda serta jajarannya akan menjadi bregodo. Sedangkan tanggal 3 Maret akan diselenggarakan jalan sehat yang bisa diikuti seluruh lapisan masyarakat di Purworejo," katanya.