Gara-gara Rokok, Suami Aniaya Istri Hingga Lumpuh
Hukum & Kriminal

Gara-gara Rokok, Suami Aniaya Istri Hingga Lumpuh

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Hanya gara-gara rokok, As (52), warga desa Alamat Desa Binangun RT 01/02 Kecamatan Butuh tega menganiaya istrinya, Tukijah (59) hingga lumpuh. As tega mencelakai Tukijah karena marah atas perbuatan istrinya yang dituduh telah menyembunyikan rokok miliknya.

"Kejadianya karena salah paham. Si istri dituduh telah ngumptke (menyembukan-red) rokok milik suaminya, sehingga suami kalap dan menganiaya istri dengan sebatang kayu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan saat jumpa pers di Mapolres, Jumat (29/11/2019).

Haryo mengungkap penganiayaan ini terjadi pada pertengahan November 2019 lalu. Dalam melancarkan aksinya, pelaku tega memukul lutut korban sebanyak empat kali hingga menyebabkan lumpuh. 

Diagnosis dokter lutut korban mengalami pergeseran tempurung karena kerasnya pukulan keras. Sampai saat ini korban masih mengalami lumpuh sementara dan tidak bisa berjalan,” ujar Haryo.

Mengetahui kejadian itu, salah seorang anak korban tak terima hingga kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi. Setelah dilakukan penyidikan As akhirnya dibekuk dan diamankan di Polres Purworejo.

As mengaku tega menganiaya istrinya lantaran terbawa emosi. Meski telah menyesali perbuatannya, tersangka kini harus tetap menjalani proses hukum. Peristiwa itu terjadi saat dia pulang dari musala dan hendak merokok.

Dia mengaku sedang merasa lelah saat itu menjadi emosi karena rokoknya hilang. Alih-alih mencarinya dengan teliti, justru pelaku mengambil kayu dan kemudian menyerang korban yang tidak tahu apa-apa.

Usut punya usut, ternyata rokok milik As tidak disembunyikan oleh istrinya, melainkan telah dirokok oleh anaknya sendiri.

"Saya lelah kemudian saya marah karena mau merokok tidak ada. Tapi ternyata rokoknya diambil dan dirokok oleh anak saya. Ya saya menyesal sekali," ucapnya.

Dalam perkara itu, Polisi mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu sepanjang 50 cm. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan bakal dijerat pasal 44 ayat (2) UURI No 23 tahun 2004 tentang Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.