Angkat Manggis Jadi Maskot, Pilkada Purworejo 2020 Bakal Digelar 23 September
Politik

Angkat Manggis Jadi Maskot, Pilkada Purworejo 2020 Bakal Digelar 23 September

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020. Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo 2020 dilakukan KPU Kabupaten Purworejo di Tugu Kembar atau Gerbang Upacara Alun-Alun Purworejo, kemarin.

Diagendakan, Pilkada bakal berlangsung pada 23 September 2020. Dalam kesempatan itu KPU juga mengenalkan jingle ‘Ayo Memilih’ hasil aransemen H Dandung Danadi dan maskot Pilkada Purworejo 2020 bernama Si Manggis.

Prosesi peluncuran secara simbolik ditandai dengan pemukulan bedug oleh Ketua KPU Purworejo, Dulrokhim, diikuti tabuhan rebana serta pelepasan balon dan burung merpati oleh jajaran anggota KPU, Forkopimda, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Purworejo. Tampak hadir, anggota KPU Jateng Paulus Widiyantoro, Bupati Agus Bastian diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Genthong Sumharjono, dan perwakilan KPU se-Kedu.

Dulrokhim menjelaskan, buah manggis dipilih sebagai maskot Pemilukada karena merupakan salah satu komoditas lokal unggulan Purworejo dan memiliki banyak makna filosofi terkait penyelenggaraan Pilkada. Beberapa di antaranya dapat dilihat dari estetika bentuk yang berstruktur bulat dan rata serta tangkai yang menghadap ke atas.

"Bentuk tubuh dan tangkai seperti inilah yang melambangkan seorang pemimpin dan sebuah kepemimpinan idealnya memiliki konsep dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat secara umum dan meliliki konsep melindungi, serta memiliki karakter adil dan merata," ujarnya.

Selanjutnya, kata Dulrokhim, terdapat daun yang didesain terdapat 5 lembar daun, ini selaras dengan Pancasila yang memiliki 5 Sila sebagai semangat Bhineka Tunggal Ika. Dari aspek estetika warna, manggis memiliki warna lungu yang menjadi khas Kabupaten Purworejo. 

Estetika Rasa, Manggis memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Mengandung makna, bahwa demikianlah semestinya seorang pemimpin dapat menjadi panutan, dengan tingkah laku, perilaku yang baik, yang dapat dijadikan teladan bagi rakyatnya Lebih daripada itu juga mempunyai pribadi dan karakter yang membumi, merakyat dan lemah lembut, sehingga kedekatan pemimpin kepada rakyatnya dapat terjalin dengan baik, selanjutnya segala bentuk aspirasi dan keinginan dari rakyat dapat dengan mudah dan cepat tersampaikan kepada pemimpin,” jelasnya.

Mangsis juga sarat Estetika Budaya karena sejalan dan berbanding lurus dengan langkah para petani di Wilayah Purworejo dalam mengembangkan buah Manggis yang kemudian mengangkat Manggis sebagai produk unggulan hingga lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Dari aspek Estetika Makna mangis dikenal sebagai sebuah Lambang Kejujuran. Ia selalu memberikan kebenaran, kesamaan antara apa yang ada dalam penampilan (perkataan) dengan isi (kenyataan).

Dalam hidup dan sebuah kepemimpinan lebih-lebih adalah bagi seorang pemimpin, sudah sepatutnya perlu mencontoh filosofi manggis yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki isi yang begitu indah, yang selalu sama, antara perkataan dan kenyataan,” ungkapnya.

Dulrokhim menegaskan bahwa Pilbup 2020 dilaksanakan untuk memperkokoh persatuan warga, mengembangkan kehidupan demokrasi, dan menggelorakan semangat pembangunan. Karena itu, pihaknya berharap agara seluruh elemen masyarakat menyadari hal itu dapat bersama-sama menyukseskan Pilkada.

Anggota KPU Jawa Tengah Paulus Widiyantoro menyebut kabupaten/kota yang akan menyelenggaran Pilkada pada tahun 2020 ada sebanyak 270 di seluruh Indonesia. Sementara untuk Jawa Tengah ada 21 kabupaten/kota.

"Pemilihan bupati adalah pesta demokrasi dimana semuanya harus bisa dinikmati dan merasa senang," kata Paulus.

Sementara itu, Bupati Purworejo dalam sambutan yang dibacakan Sumharjono menyampaikan apresiasi kepada KPU karena telah menggunakan sumber daya lokal berupa maskot buah manggis dan jingle yang diaransemen oleh budayawan lokal pimpinan sanggar Serambi Bagelen, Dandung Danadi. Dengan semakin meningkatnya kedewasaan politik masyarakat, pihaknya meyakini penyelenggaraan Pemilukada 2020 akan berjalan lancar, aman, dan sukses.

Namun, kita tidak boleh lengah dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi dalam sebuah perhelatan yang melibatkan banyak orang dengan beragam kepentingan,” tandasnya.