Gara-gara Pohon Sengon, Dua Bersaudara Cekcok Berujung Pembacokan
Hukum & Kriminal

Gara-gara Pohon Sengon, Dua Bersaudara Cekcok Berujung Pembacokan

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Nanang Wijayono warga Desa Somono, Kecamatan Bagelen, mengalami luka parah di bagian kepalanya setelah dibacok oleh saudaranya sendiri berinisial IP (54), yang bertempat tinggal di Jalan Raya Cipaying Jaya, Desa Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan didampingi Kasubag Humas Iptu Siti Komariyah, mengungkapkan, sebelum terjadi aksi pembacokan tersebut keduanya terlibat percekcokan. Sumber masalah dari percekcokan karena korban diduga mencuri pohon Albasia (sengon) milik pelaku.

Karena merasa jengkel, pelaku kemudian menganiaya korban hingga menderita luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Dr Tjitrowardojo. Korban harus mendapat lima jahitan oleh dokter. Akibat peristiwa itu, pelaku harus berurusan dengan polisi dan saat ini sudah diamankan di Polres Purworejo.

"Ini kejadian tanggal 18 November 2019 lalu, sekitar pukul 08.10 WIB. Korban Nanang pergi mencari rumput. Sesampai di rumah Lusiman di Dusun Krajan, Desa Semono, Kecamatan Bagelen dan dia bertemu dengan tersangka IP. Keduanya cek cok hingga berakhir dengan penganiayaan," kata AKP Haryo Seto Liestyawan, Minggu (01/12/2019).

AKP Haryo menambahkan, pertengkaran tersebut dipicu kesalahpahaman antara tersangka dan korban yang berpangkal hilangnya 300 pohon albasiya milik tersangka. Diketahui korban diberi tugas menanam dan memelihara pohon albasiya di lahan milik mendiang ibu dari IP. 

Sementara itu, IP mengaku, setelah ibunya meninggal, pohon-pohon tersebut hilang ditebangi oleh seseorang.

"Saya hanya mengkonfrontasi Nanang, karena curiga saya, yang menjual pohon-pohon Albasia," ungkapnya.

IP juga berdalih bahwa dirinya tidak membacok, goloknya hanya mengenai korban karena dia berusaha menghindari tonjokan dari korban.

"Sebenarnya masalah ini sudah masuk laporan perdata, Nanang yang saya curigai malah hanya menjadi saksi (perdata). Kerugian hilangnya 300 pohon albasiya mencapai Rp 300 juta," papar Istu.

Sementara itu, akibat perbuatannya, IP akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.